kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pegadaian torehkan outstanding loan tumbuh 6,1% yoy


Minggu, 11 Maret 2018 / 17:35 WIB
ILUSTRASI. Karyawan Menunjukan Emas di Pegadaian


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pegadaian membukukan pertumbuhan outstanding loan (OSL) per Feburari 2018 sebesar 6,1% year on year (yoy). Nilai pinjaman yang telah disalurkan hingga Februari tahun ini sebesar Rp 37,6 triliun, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 35,4 triliun.

Direktur Utama Pegadaian Harianto Widodo mengatakan, nilai pinjaman juga tumbuh sekitar 2,1% secara year to date (ytd). "Pertumbuhan 2,1% itu terjadi pada Februari saja. Pada Januari tidak ada pertumbuhan," katanya, baru-baru ini.

Menurut Harianto, OSL terhitung tidak dimulai dari 0 melainkan melanjutkan dari tahun sebelumnya. Adapun, target omset Pegadaian pada tahun ini mencapai Rp 130 triliun.

Angka itu terbilang besar dikarenakan tenor pinjaman Pegadaian umumnya sangat pendek berkisar tiga sampai empat bulan. Oleh karena itu, omset Pegadaian targetnya sangat besar.

Untuk mencapai target tersebut, Pegadaian telah menganggarkan dana sebesar Rp 500 miliar untuk memperluas jangkauan lewat pelayanan digitalisasi. "Termasuk untuk capex (capital expenditure) dan opex (operational expenditure). Sekarang versi betanya sudah ada di playstore," ujar Harianto.

Dengan adanya layanan digital tersebut, Pegadaian akan lebih selektif dalam membangun kantor cabang. Sebab, fokus perusahaan saat ini lebih ke pengembangan digital dan perluasan agen pemasar.

Saat ini, menurut Harianto, angka pinjaman bermasalah alias non performing loan (NPL) Pegadaian masih terkendali. "NPL kami 1,4% saat ini," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×