kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.933   47,00   0,26%
  • IDX 6.031   -115,44   -1,88%
  • KOMPAS100 775   -16,68   -2,11%
  • LQ45 594   -12,08   -1,99%
  • ISSI 211   -3,62   -1,69%
  • IDX30 330   -5,56   -1,66%
  • IDXHIDIV20 422   -7,90   -1,84%
  • IDX80 89   -1,90   -2,10%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,18%
  • IDXQ30 108   -1,77   -1,61%

Pegadaian Ungkap 90% Barang Jaminan Gadai Berupa Emas, Ini Alasannya


Jumat, 09 Oktober 2026 / 05:15 WIB
Pegadaian Ungkap 90% Barang Jaminan Gadai Berupa Emas, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Emas masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk memperoleh pinjaman melalui layanan gadai (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emas masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk memperoleh pinjaman melalui layanan gadai. Selain memiliki nilai yang relatif mudah ditaksir, emas juga mempunyai likuiditas tinggi sehingga proses pencairan dana dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Kepala Divisi Bisnis Bullion PT Pegadaian Kadek Eva Suputra mengatakan, emas mendominasi barang jaminan yang diterima perusahaan. Tingginya dominasi tersebut didukung oleh proses penilaian dan pencairan dana yang relatif cepat.

"Pegadaian juga hampir 90% itu jaminannya emas karena memang prosesnya sangat cepat," ujar Kadek saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).

Ia menjelaskan, proses gadai emas di Pegadaian dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 15 menit hingga dana pinjaman dicairkan. Nasabah juga dapat mengakses layanan gadai emas maupun tabungan emas secara daring atau online dan realtime.

Baca Juga: Pembiayaan Multiguna Multifinance Tembus Rp 257 Triliun, Ini Data Terbaru OJK

Kemudahan tersebut menjadikan emas sebagai salah satu aset yang dapat dimanfaatkan masyarakat ketika membutuhkan dana dalam waktu cepat. Selain sebagai instrumen investasi, emas juga memiliki fungsi sebagai sumber pembiayaan melalui fasilitas gadai.

Di sisi lain, Pegadaian terus memperkuat layanan emas berbasis digital melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Sejak diluncurkan pada Oktober 2025, aplikasi tersebut telah digunakan oleh lebih dari 7 juta pengguna. Adapun saldo emas yang dimiliki para pengguna tercatat telah mencapai sekitar 20 ton.

Pegadaian juga mencermati peningkatan minat Generasi Z terhadap investasi emas. Kadek mengungkapkan, komposisi nasabah dari kelompok generasi tersebut di Pegadaian mengalami peningkatan sebesar 114%.

"Ini juga menunjukkan minat dari Gen-Z terkait dengan cara berinvestasi ya," ujarnya.

Meski minat investasi emas terus meningkat, Pegadaian tetap menekankan pentingnya edukasi keuangan bagi masyarakat. Calon investor perlu memahami tujuan keuangan dan menyesuaikan pilihan investasi dengan kebutuhan masing-masing sebelum mulai membeli emas.

Baca Juga: TWP90 Fintech Lending Naik Jadi 4,73% per Agustus 2026, Ini Penjelasan OJK

Selain untuk investasi, emas yang dimiliki nasabah juga dapat dimanfaatkan sebagai jaminan untuk memperoleh pembiayaan apabila membutuhkan dana. Dengan demikian, emas dapat berfungsi sebagai aset investasi sekaligus sumber likuiditas untuk memenuhi kebutuhan keuangan.

Ke depan, Pegadaian akan terus mengembangkan ekosistem emas melalui penguatan layanan digital dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Perusahaan juga memperkuat perannya dalam bisnis bullion atau kegiatan usaha yang berkaitan dengan emas, meliputi layanan penilaian, penyimpanan, perdagangan, hingga pembiayaan emas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×