kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Gadai ValueMax Indonesia Sebut Tren Makan Tabungan Bisa Pengaruhi Minat Gadai


Minggu, 20 September 2026 / 13:01 WIB
Gadai ValueMax Indonesia Sebut Tren Makan Tabungan Bisa Pengaruhi Minat Gadai
ILUSTRASI. Gerai Gadai ValueMax Indonesia (Dok/PT Gadai ValueMax Indonesia)


Reporter: Belva Safina | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Gadai ValueMax Indonesia menilai tren masyarakat yang mulai menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari memang bisa mempengaruhi minat gadai. Namun, tidak selalu membuat minat gadai akan turun.

Direktur Utama Gadai ValueMax Indonesia, Brian Wiraatmadja mengatakan ketika masyarakat mulai lebih berhati-hati dengan cash flow, layanan gadai bisa menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan dana tanpa harus menjual aset yang dimiliki. 

"Khususnya, untuk kebutuhan yang sifatnya sementara atau jangka pendek (bridging loan), nasabah biasanya masih mempertimbangkan gadai, karena barangnya yang biasanya mempunyai karakteristik sentimental dengan pemilik tetap bisa ditebus kembali ketika kondisi keuangan sudah lebih baik," ujarnya kepada Kontan, Jumat (18/9/2026).

Brian menyampaikan tren bisnis gadai di Gadai ValueMax masih cukup positif sejauh ini, di tengah tren masyarakat yang mulai menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia menjelaskan penyaluran gadai sebesar Rp 700 miliar hingga semester-I 2026. 

Baca Juga: Gadai ValueMax Indonesia Telah Salurkan Pembiayaan Rp700 Miliar hingga semeter I-2026

Brian melihat permintaan masih cukup baik, terutama untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek. Namun, ia bilang perusahaan tetap menjaga pertumbuhan secara prudent. 

"Kami bukan hanya mengejar penyaluran, melainkan juga menjaga kualitas pembiayaan dan kemampuan nasabah untuk melakukan pelunasan," ucapnya.

Sejauh ini, Brian mengatakan barang jaminan yang paling banyak digadaikan masih didominasi emas, baik perhiasan maupun logam mulia. Ia bilang emas masih menjadi pilihan utama karena masyarakat cukup familiar dengan aset tersebut, proses penilaiannya relatif jelas, dan barangnya masih memiliki nilai intrinsik yang baik, serta barangnya sangat likuid. 

Brian mengatakan perusahaan melihat ada permintaan terhadap barang berharga lainnya, tetapi porsinya masih ada di bawah gadai emas.

Baca Juga: Emas Masih Dominasi Barang Jaminan di Gadai ValueMax Indonesia

Sementara itu, Brian menyampaikan layanan gadai digunakan masyarakat untuk kebutuhan yang cukup beragam. Ia bilang ada yang menggunakan layanan gadai untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, biaya pendidikan, kesehatan, membayar kewajiban atau kebutuhan usaha yang sifatnya mendadak. 

"Ada juga nasabah yang menggunakan gadai untuk menjaga cash flow sementara, sehingga tidak selalu karena kondisi keuangan sedang bermasalah," ungkapnya.

Menurut Brian, sekarang masyarakat makin melihat gadai bukan hanya sebagai solusi ketika sedang terdesak, melainkan juga sebagai salah satu alternatif untuk mengatur likuiditas, terutama untuk nasabah yang memiliki banyak aset untuk digunakan sebagai barang jaminan. 

Ia menyampaikan selama penggunaannya terukur dan nasabah memahami kewajiban, serta kemampuan untuk menebus kembali, gadai bisa menjadi instrumen pembiayaan yang sangat praktis.

Baca Juga: Gadai ValueMax Belum Berniat Menaikkan Bunga Gadai Meski BI Rate Sudah Naik 100 Bps

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×