kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.933   47,00   0,26%
  • IDX 6.031   -115,44   -1,88%
  • KOMPAS100 775   -16,68   -2,11%
  • LQ45 594   -12,08   -1,99%
  • ISSI 211   -3,62   -1,69%
  • IDX30 330   -5,56   -1,66%
  • IDXHIDIV20 422   -7,90   -1,84%
  • IDX80 89   -1,90   -2,10%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,18%
  • IDXQ30 108   -1,77   -1,61%

Pembiayaan Alat Berat Multifinance Capai Rp 48,50 Triliun per Agustus 2026


Kamis, 08 Oktober 2026 / 20:11 WIB
Pembiayaan Alat Berat Multifinance Capai Rp 48,50 Triliun per Agustus 2026
ILUSTRASI. Suasana Pnyimpanan Alat Berat di Bogor (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan penyaluran pembiayaan alat berat di industri multifinance mencatatkan kinerja positif.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan penyaluran pembiayaan alat berat di industri multifinance mencapai Rp 48,50 triliun per Agustus 2026.

"Nilainya tumbuh 0,12%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (8/10).

Baca Juga: 10 Unitlink Pendapatan Tetap dengan Return Tertinggi hingga September 2026

Melihat tren itu, Agusman memproyeksikan pembiayaan alat berat tetap tumbuh positif ke depannya. Dia bilang hal itu juga didukung perkembangan aktivitas pada sektor-sektor pengguna alat berat. Meski demikian, OJK menyebut ada tantangan yang perlu diperhatikan industri yang bisa memengaruhi kinerja pembiayaan alat berat.

"Tantangannya, antara lain dinamika perekonomian global," ucap Agusman.

Lebih lanjut, OJK juga turut angkat bicara mengenai maraknya proyek energi terbarukan, seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp) hingga program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berpotensi membutuhkan alat berat dalam pengerjaannya. Menurut Agusman, sektor tersebut bisa menjadi peluang bagi multifinance untuk melakukan diversifikasi pembiayaan alat berat.

"Pengembangan proyek energi terbarukan dapat menjadi peluang diversifikasi pembiayaan alat berat oleh multifinance," ujarnya.

Terkait kinerja industri, OJK mencatat, piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 514,08 triliun per Agustus 2026, atau tumbuh 1,68% secara tahunan atau Year on Year (YoY). Kinerjanya didukung pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 5,4% YoY.

Adapun angka Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan multifinance per Agustus 2026 sebesar 3,04%. Angkanya terbilang memburuk atau meningkat tipis, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,03%.

Baca Juga: Komisaris Independen JTrust Bank Benny Siswanto Mengundurkan Diri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×