kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.188   -12,00   -0,07%
  • IDX 5.600   257,60   4,82%
  • KOMPAS100 739   40,13   5,75%
  • LQ45 557   29,64   5,62%
  • ISSI 193   8,09   4,38%
  • IDX30 316   17,28   5,79%
  • IDXHIDIV20 391   21,20   5,72%
  • IDX80 84   4,45   5,61%
  • IDXV30 107   4,62   4,51%
  • IDXQ30 102   5,77   6,02%

Pertambangan & Penggalian Mendominasi Pembiayaan Alat Berat Multifinance per April


Selasa, 09 Juni 2026 / 11:33 WIB
Pertambangan & Penggalian Mendominasi Pembiayaan Alat Berat Multifinance per April
ILUSTRASI. OJK mencatat, penyaluran pembiayaan alat berat multifinance ke sektor pertambangan dan penggalian mencapai Rp 26,34 triliun per April 2026.(KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sektor pertambangan dan penggalian mendominasi penyaluran pembiayaan alat berat di industri multifinance. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan alat berat multifinance ke sektor pertambangan dan penggalian mencapai Rp 26,34 triliun per April 2026.

"Nilainya mencakup 56,01% dari total penyaluran pembiayaan alat berat," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Minggu (7/6).

Agusman mengatakan secara total, penyaluran pembiayaan alat berat industri multifinance tercatat sebesar Rp 47,04 triliun per April 2026. Dia bilang peningkatan penyaluran terbesar terjadi di Provinsi Papua Barat.

Baca Juga: Asuransi Asei Ungkap Faktor-Faktor yang Berpotensi Menekan Hasil Investasi Tahun Ini

Agusman menerangkan penyaluran alat berat di Provinsi Papua Barat mencapai Rp 10,16 miliar per April 2026. Nilainya meningkat 402,97%, jika dibandingkan posisi per April 2025 yang mencapai Rp 2,02 miliar.

OJK memproyeksikan pembiayaan alat berat di industri multifinance diperkirakan akan tumbuh positif ke depannya. Meski demikian, kinerja pembiayaan alat berat akan dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti tekanan harga beberapa komoditas.

Sebagai informasi, OJK mencatat, nilai piutang pembiayaan tumbuh 2,08% secara tahunan atau year on year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 514,65 triliun per April 2026. Agusman menerangkan kinerjanya didukung pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 10,64% YoY.

Baca Juga: BOPO Industri Multifinance Turun Jadi 79,21% per April 2026

Jika ditelaah, pertumbuhan April 2026 terbilang meningkat, jika dibandingkan posisi Maret 2026 yang tumbuh 0,61% YoY dengan nilai Rp 514,09 triliun.

Adapun angka Non Performing Financing (NPF) gross industri multifinance per April 2026 sebesar 2,89%. Angkanya terbilang memburuk atau meningkat, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,83%. Adapun angka NPF per April 2026 juga terbilang meningkat, jika dibandingkan posisi per April 2025 yang sebesar 2,43%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×