Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pembiayaan konsumer masih menunjukkan pertumbuhan pada tahun ini. Kondisi tersebut turut mendorong kinerja pembiayaan konsumer PT Bank Mega Syariah, terutama pada produk Pembiayaan Kepemilikan Emas (Flexi Gold).
Sejak Desember 2025 hingga Juli 2026, outstanding Flexi Gold Bank Mega Syariah melonjak 1.796% menjadi lebih dari Rp 42 miliar. Pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan produk pembiayaan konsumer lainnya yang dimiliki bank.
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary mengatakan, capaian ini menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap alternatif pembiayaan yang fleksibel dengan memanfaatkan aset emas.
Baca Juga: Direktur Utama KB Bank (BBKP) Borong Saham Perusahaan, Segini Harganya
"Kami melihat kebutuhan pembiayaan masyarakat semakin beragam. Salah satu yang menunjukkan perkembangan cukup kuat adalah pembiayaan berbasis emas," ujar Benadicto dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, masyarakat kini memandang emas tak hanya sebagai aset untuk menjaga nilai, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembiayaan ketika membutuhkan dana tanpa harus melepaskan kepemilikan aset.
"Kami melihat hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong perkembangan Flexi Gold sejak mulai kami kembangkan pada akhir 2025," sebut Benadicto.
Secara umum, ia melihat tren pembiayaan konsumer secara industri juga masih positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit konsumsi perbankan nasional tumbuh 5,75% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026.
Baca Juga: Bank QNB Indonesia Fokus Dorong Bisnis Corporate dan Institutional Banking
Benadicto berpandangan, perkembangan pembiayaan konsumer pada dasarnya sejalan dengan kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan untuk mendukung kebutuhan, mulai dari kepemilikan hunian, kebutuhan multiguna, hingga pembiayaan berbasis aset seperti emas.
Ia bilang Bank Mega Syariah terus mengembangkan produk pembiayaan konsumer untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, sembari tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi tersebut.
Hingga Juli 2026, total portofolio pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah mencapai Rp 596,7 miliar, atau tumbuh 4,97% sejak awal tahun (year-to-date/ytd).
Dengan pertumbuhan Flexi Gold yang signifikan, pembiayaan berbasis emas menjadi salah satu produk yang berpotensi menopang ekspansi segmen konsumer Bank Mega Syariah ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
