Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri pergadaian di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat hingga awal 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan sektor ini mencapai Rp 153,49 triliun per Maret 2026, mencerminkan tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan berbasis gadai.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengungkapkan bahwa capaian tersebut mengalami lonjakan signifikan secara tahunan.
"Nilai itu mengalami pertumbuhan sebesar 60,27%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Adapun tingkat risiko kredit masih terjaga," ujarnya dalam konferensi pers RDK OJK, Selasa (5/5/2026).
Meski tumbuh tinggi, laju pertumbuhan pembiayaan industri pergadaian tercatat sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan data OJK, pada Februari 2026 pertumbuhan pembiayaan masih mencapai 61,78% secara tahunan (year on year/YoY).
Baca Juga: Kinerja BNPL Perbankan Tumbuh 24,2% hingga Maret 2026, OJK Catat Tren Positif
Dari sisi komposisi, mayoritas penyaluran pembiayaan masih didominasi oleh produk gadai. Agusman menjelaskan bahwa pembiayaan melalui produk gadai mencapai Rp 127,90 triliun atau setara 83,33% dari total pembiayaan industri pergadaian.
Selain penyaluran pembiayaan, nilai aset industri pergadaian juga mencatatkan peningkatan signifikan. Hingga Maret 2026, total aset industri ini mencapai Rp 182,84 triliun, tumbuh 58,77% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 115,16 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, jumlah pelaku usaha di industri pergadaian juga terus bertambah. OJK mencatat hingga Maret 2026 terdapat 176 perusahaan pergadaian yang telah mengantongi izin usaha, baik dengan cakupan operasional di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













