kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Pembiayaan Kendaraan Listrik Adira Finance Capai Rp 750 Miliar pada 2025


Minggu, 01 Februari 2026 / 17:55 WIB
Pembiayaan Kendaraan Listrik Adira Finance Capai Rp 750 Miliar pada 2025
ILUSTRASI. Direktur Penjualan, Pelayanan, dan Distribusi Adira Finance Niko Kurniawan. (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) membukukan penyaluran pembiayaan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) sebesar Rp 750 miliar pada 2025.

Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan mayoritas pembiayaan kendaraan listrik perusahaan disumbang dari segmen mobil listrik.

"Lebih dari 90% itu didominasi EV mobil, daripada EV motor,” katanya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (1/2).

Lebih lanjut, Direktur Penjualan, Pelayanan, dan Distribusi Adira Finance Niko Kurniawan memproyeksikan pembiayaan kendaraan mobil listrik kemungkinan akan lebih bertumbuh ke depannya. 

Baca Juga: Sun Life Proyeksikan Perbaikan Rasio Klaim Asuransi Kesehatan Butuh Waktu 12-24 bulan

Dia bilang hal itu melihat dari tren di negara lain, yang mana mobil listrik lebih berkembang, dibandingkan motor listrik. Selain itu, banyaknya merek yang bermunculan, khususnya dari China, membuat mobil listrik berpotensi untuk terus diminati.

Niko mencontohkan merek-merek asal China bahkan mampu meraih pangsa pasar hingga 20% dari total pasar kendaraan di sejumlah negara.

“Kalau bicara EV saja, misalnya di Norwegia dan Skandinavia. Dengan adanya kebijakan green-nya sangat kuat dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ada di mana-mana, maka sampai 80% itu EV,” ungkapnya.

Jika melihat kondisi di Indonesia, Niko mengatakan infrastruktur untuk kendaraan listrik bisa dibilang belum terlalu baik, karena SPKLU belum banyak tersebar.

“Namun, peluang untuk tumbuhnya masih tinggi. Ditambah, insentif pemerintah masih ada, seperti surat-surat atau Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) murah,” tuturnya.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan pembiayaan kendaraan listrik industri multifinance dapat terus bertumbuh pada 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan hal itu dipicu masih meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, bertambahnya pilihan merek, serta dukungan kebijakan.

Baca Juga: Asei Sebut Perusahaan Asuransi Lakukan Sejumlah Upaya Ini guna Tingkatkan Ekuitas

Agusman menyampaikan perusahaan multifinance perlu melakukan sejumlah upaya supaya kinerja pembiayaan kendaraan listrik tetap terjaga pada 2026. Salah satunya perlu memperkuat manajemen risiko dan menyesuaikan skema pembiayaan dengan karakteristik kendaraan listrik.

"Ditambah, berkolaborasi dengan ekosistem otomotif dan infrastruktur pendukung lainnya," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Sabtu (10/1/2026).

Terkait kinerja, OJK mencatat, pembiayaan kendaraan listrik industri multifinance mencapai Rp 21,31 triliun per November 2025. Nilainya tumbuh sebesar 1,99% secara month to month (mtm). 

Selanjutnya: Pemangkasan Produksi Batubara Capai 40-70%, APBI Minta ESDM Tinjau Ulang

Menarik Dibaca: Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Minggu (1/2/2026) Kompak Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×