kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.790   -120,00   -0,67%
  • IDX 6.418   8,06   0,13%
  • KOMPAS100 844   -1,06   -0,13%
  • LQ45 639   -0,94   -0,15%
  • ISSI 223   0,59   0,26%
  • IDX30 359   -0,60   -0,17%
  • IDXHIDIV20 437   -0,98   -0,22%
  • IDX80 96   -0,13   -0,14%
  • IDXV30 120   -0,10   -0,08%
  • IDXQ30 114   -0,48   -0,42%

Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance Terus Menanjak di Beberapa Bulan Terakhir


Senin, 10 Agustus 2026 / 13:21 WIB
Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance Terus Menanjak di Beberapa Bulan Terakhir
ILUSTRASI. Penyaluran pembiayaan kendaraan listrik industri multifinance tumbuh 32,05% secara YoY, dengan nilai Rp 23,39 triliun per April 2026 (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja pembiayaan kendaraan listrik terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Misalnya saja, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik industri multifinance tumbuh 32,05% secara Year on Year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 23,39 triliun per April 2026.

Kinerjanya makin bertumbuh sebesar 32,48% YoY, dengan nilai mencapai Rp 23,94 triliun per Mei 2026. Adapun posisi per Juni 2026 tumbuh 34,70%, dengan nilai mencapai Rp 24,60 triliun.

Melihat kondisi itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sempat mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan listrik masih cukup baik. Alhasil, regulator optimistis kinerja pembiayaan kendaraan listrik multifinance bisa terus tumbuh positif hingga akhir 2026.

Baca Juga: Tingginya Rasio BOPO Dapat Pengaruhi Profitabilitas Industri Modal Ventura

"Diperkirakan dapat tumbuh positif hingga akhir 2026," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (7/8/2026).

Agusman juga sempat menyampaikan prospek pertumbuhan yang positif hingga akhir tahun ini didukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik, efisiensi biaya operasional kendaraan listrik, peningkatan minat masyarakat, serta kebijakan transisi energi.

Meski demikian, Agusman mengatakan, resale value atau harga jual kembali menjadi salah satu tantangan bagi sektor pembiayaan kendaraan listrik. Namun, dia meyakini pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik dapat terus didorong antara melalui peningkatan minat masyarakat dan penguatan ekosistem kendaraan listrik.

Sebagai informasi, OJK mencatat total piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 511,26 triliun per Juni 2026, atau tumbuh 1,88% secara tahunan atau Year on Year (YoY). 

Adapun Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per Juni 2026 sebesar 3,01%. Angkanya terbilang membaik atau menurun, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,06%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×