Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, kinerja pembiayaan kendaraan listrik multifinance tumbuh secara signifikan.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan pembiayaan kendaraan listrik multifinance mencapai Rp 21,05 triliun per Januari 2026.
"Nilainya tumbuh 39,13%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga: Bussan Auto Finance Stop Obligasi Berkelanjutan III, Sisakan Rp 334 Miliar
Agusman menyampaikan pertumbuhan signifikan itu didorong peningkatan penjualan kendaraan listrik. Dia juga memperkirakan pembiayaan kendaraan listrik multifinance akan tetap tumbuh positif pada 2026, sejalan tren elektrifikasi kendaraan.
Dari sisi perusahaan multifinance, PT Mandiri Utama Finance (MUF) juga mencatatkan kinerja positif terkait pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid sepanjang 2025. Plt Direktur Utama MUF Dapot Parasian Sinaga mengungkapkan pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid perusahaan sepanjang 2025 mencapai Rp 2,49 triliun.
"Nilainya tumbuh 99% secara tahunan dan mencakup 10% dari total penyaluran pembiayaan perusahaan," ucap Dapot.
Secara keseluruhan, Agusman memproyeksikan pembiayaan kendaraan memiliki prospek pertumbuhan positif pada 2026. Tak cuma kendaraan listrik, Agusman juga menyampaikan perusahaan multifinance dapat mengoptimalkan segmen kendaraan bekas dan baru pada tahun ini untuk menggenjot kinerja pembiayaan kendaraan pada tahun ini.
"Salah satunya mengupayakan perluasan jaringan dan menjaga kualitas pembiayaan," katanya.
Berdasarkan kinerja keseluruhan, OJK mencatat, piutang pembiayaan multifinance mencapai Rp 508,27 triliun per Januari 2026, tumbuh 0,78% secara tahunan. Adapun kinerja tersebut didukung pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 10,27% secara tahunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













