kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Penundaan Insentif Bisa Berdampak pada Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance


Selasa, 09 Juni 2026 / 09:16 WIB
Penundaan Insentif Bisa Berdampak pada Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance
ILUSTRASI. OJK memperkirakan tertundanya peluncuran insentif kendaraan listrik berpotensi memberikan dampak terhadap kinerja pembiayaan multifinance. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memutuskan menunda insentif pembelian kendaraan listrik yang sebelumnya ditargetkan mulai bergulir pada Juni 2026.  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan tertundanya peluncuran insentif kendaraan listrik berpotensi memberikan dampak terhadap kinerja pembiayaan kendaraan listrik multifinance. 

"Ketersediaan insentif berperan dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik. Dengan demikian, penundaan peluncuran insentif berpotensi mempengaruhi akselerasi permintaan pembiayaan kendaraan listrik," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Minggu (7/6/2026).

Lebih lanjut, Agusman menerangkan penyaluran pembiayaan kendaraan listrik di industri multifinance mencapai Rp 23,39 triliun per April 2026. Nilainya tumbuh 32,05%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: BBCA Jatuh ke Level Terendah Sejak 2020, Tak Cuma Asing Investor Domestik Putus Asa

Dia bilang pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan listrik masih cukup baik, didukung pengembangan ekosistem dan efisiensi biaya operasional kendaraan listrik.

Meskipun tetap menunjukkan pertumbuhan positif, Agusman berpendapat penundaan insentif dan dinamika perekonomian tetap menjadi faktor yang dapat mempengaruhi permintaan pembiayaan kendaraan listrik. 

Secara keseluruhan, Agusman memperkirakan pembiayaan kendaraan listrik masih memiliki prospek yang positif pada 2026. Hal itu seiring penguatan ekosistem kendaraan listrik, dukungan kebijakan transisi energi, serta meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Baca Juga: Bank BSN Salurkan Pembiayaan Modal Kerja Rp 1,4 Triliun Kepada PT Pegadaian

Terkait kinerja industri, piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 514,65 triliun per April 2026. Nilainya tumbuh 2,08% secara year on year (YoY). Adapun kinerja tersebut didukung pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 10,64% secara YoY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×