kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pembiayaan naik 35,88%, tapi laba Panin Dubai Syariah malah turun di 2019


Kamis, 27 Februari 2020 / 18:37 WIB
Pembiayaan naik 35,88%, tapi laba Panin Dubai Syariah malah turun di 2019
ILUSTRASI. Tahun lalu pembiayaan Bank Panin Dubai Syariah naik 35,88%, tapi laba bank syariah ini malah turun.

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) mencatatkan pertumbuhan pembiayaan di tahun 2019, namun laba malah turun. Dari sisi pembiayaan, PNBS mencatat kenaikan 35,88% dibandingkan tahun 2018 atau year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 8,33 triliun.

Sejalan dengan kredit, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) juga naik 26,09% menjadi sebesar Rp 8,7 triliun.

Namun, laba setelah pajak Bank Panin Dubai Syariah di tahun lalu turun 36,53% menjadi Rp 13,2 miliar dari Rp 20,8 miliar di 2018. "Laba bersih setelah pajak terkoreksi karena adanya penyesuaian perhitungan pajak penghasilan periode sebelumnya," tulis Direktur Utama Bank Panin Dubai Syariah Bratha Widjaja dalam keterangan pers yang diterima Kontan.co.id, Kamis (27/2).

Baca Juga: Panin Dubai Syariah akan restrukturisasi kredit Duniatex sebesar Rp 262,9 miliar

Di sisi lain, total aset bank syariah ini meningkat 26,96% yoy menjadi Rp 11,14 triliun. Sementara untuk rasio keuangan seperti financing to deposit ratio (FDR) naik dari 88,82% di tahun 2018 menjadi 95,72% tahun lalu.

Panin Dubai Syariah nampaknya sudah mulai berbenah untuk menekan laju pembiayaan bermasalah alias non performing financing (NPF). Meski masih tinggi, rasio NPF (gross) sudah turun 100 basis poin (bps) secara tahunan menjadi 3,81%. Sedangkan NPF (nett) turun dari 3,84% di 2018 menjadi 2,8%.

Manajemen Bank Panin Dubai Syariah menyebut perbaikan kinerja di 2019 dilakukan lebih dulu dari sisi kualitas aset dan percepatan penyelesaian pembiayaan.

Di samping itu, bank ini juga sudah melakukan efisiensi secara berkesinambungan di berbagai bidang. Tercermin dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional yang turun 1,96% secara tahunan menjadi 97,61%.

Hanya saja, rasio kecukupan modal alias capital adequacy ratio (CAR) juga ikut menciut seiring ekspansi. Per akhir 2019, CAR Panin Dubai Syariah tercatat 14,46% jauh lebih kecil dari tahun sebelumnya yang sempat mencapai 23,15%.

Baca Juga: Bank BUKU 4 menopang pertumbuhan laba




TERBARU

Close [X]
×