kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan Rp 6,2 triliun


Selasa, 17 Mei 2016 / 20:11 WIB


Reporter: Dina Farisah | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Badan penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) berhati-hati dalam mengelola dana. Pencairan jaminan hari tua (JHT) yang tidak dapat dihindari membuat BPJS harus cermat mengatur likuiditas.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, sepanjang empat bulan pertama tahun ini, hasil investasi BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 6,2 triliun. Angka ini setara dengan 29,19% dari target investasi hingga akhir tahun sebesar Rp 21 triliun. Sementara return of investment per April 2016 (unreconciled) mencapai 8,71%.

Pada periode yang sama, total penarikan jaminan hari tua (JHT) mencapai 6,2 triliun. Sementara BPJS memprediksi klaim JHT hingga akhir tahun sebesar Rp 22 triliun. Pihaknya mengaku melakukan monitoring pengajuan klaim JHT secara periodik baik harian, mingguan, dan bulanan.

"Hal ini untuk memastikan setiap klaim yang diajukan dapat dibayarkan secara tepat waktu dan tepat jumlah," ujar Agus kepada KONTAN, Selasa (17/5).

Sebagai informasi, jumlah iuran JHT yang diterima BPJS masih lebih mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan klaim JHT, sehingga tidak ada kendala likuiditas yang dihadapi BPJS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×