kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.825   -75,00   -0,44%
  • IDX 8.010   74,30   0,94%
  • KOMPAS100 1.129   12,52   1,12%
  • LQ45 819   3,79   0,46%
  • ISSI 283   5,30   1,91%
  • IDX30 427   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 513   -2,16   -0,42%
  • IDX80 126   1,12   0,90%
  • IDXV30 139   0,24   0,17%
  • IDXQ30 139   -0,38   -0,27%

Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan Rp 6,2 triliun


Selasa, 17 Mei 2016 / 20:11 WIB
Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan Rp 6,2 triliun


Reporter: Dina Farisah | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Badan penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) berhati-hati dalam mengelola dana. Pencairan jaminan hari tua (JHT) yang tidak dapat dihindari membuat BPJS harus cermat mengatur likuiditas.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, sepanjang empat bulan pertama tahun ini, hasil investasi BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 6,2 triliun. Angka ini setara dengan 29,19% dari target investasi hingga akhir tahun sebesar Rp 21 triliun. Sementara return of investment per April 2016 (unreconciled) mencapai 8,71%.

Pada periode yang sama, total penarikan jaminan hari tua (JHT) mencapai 6,2 triliun. Sementara BPJS memprediksi klaim JHT hingga akhir tahun sebesar Rp 22 triliun. Pihaknya mengaku melakukan monitoring pengajuan klaim JHT secara periodik baik harian, mingguan, dan bulanan.

"Hal ini untuk memastikan setiap klaim yang diajukan dapat dibayarkan secara tepat waktu dan tepat jumlah," ujar Agus kepada KONTAN, Selasa (17/5).

Sebagai informasi, jumlah iuran JHT yang diterima BPJS masih lebih mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan klaim JHT, sehingga tidak ada kendala likuiditas yang dihadapi BPJS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×