kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.746   61,00   0,34%
  • IDX 6.566   -32,84   -0,50%
  • KOMPAS100 869   -5,10   -0,58%
  • LQ45 651   -0,26   -0,04%
  • ISSI 236   -1,74   -0,73%
  • IDX30 370   0,99   0,27%
  • IDXHIDIV20 456   0,74   0,16%
  • IDX80 100   -0,37   -0,37%
  • IDXV30 128   -0,30   -0,24%
  • IDXQ30 119   0,21   0,18%

Penjualan Rumah Lesu, Pertumbuhan KPR Melambat di Tengah Daya Beli Melemah


Selasa, 19 Mei 2026 / 09:22 WIB
Penjualan Rumah Lesu, Pertumbuhan KPR Melambat di Tengah Daya Beli Melemah
ILUSTRASI. Pasar perumahan nasional menghadapi tekanan, membeli rumah makin eksklusif. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pasar perumahan nasional tengah menghadapi tekanan. Membeli rumah kini menjadi langkah yang semakin eksklusif, bukan hanya akibat kenaikan harga properti, tetapi juga karena kemampuan beli masyarakat yang terus melemah.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) melambat signifikan. Pada Maret 2026, pertumbuhan KPR tercatat hanya 4,79% secara tahunan (year-on-year/yoy), turun tajam dibandingkan pertumbuhan 16,31% yoy pada Maret 2025.

Tak hanya nilai penyalurannya yang melambat, proporsi pembelian rumah menggunakan skema KPR juga turun tipis menjadi 69,87% pada kuartal I-2026, dari sebelumnya 70,68% pada periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, porsi pembelian dengan skema tunai bertahap naik menjadi 19,61% dari 19,53%, sementara pembelian tunai meningkat menjadi 10,53% dari 9,79%.

Kondisi ini sejalan dengan hasil survei Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan penjualan rumah pada kuartal I-2026 turun 25,67% yoy. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, penjualan rumah masih mampu tumbuh tipis sebesar 0,73% yoy.

Baca Juga: Buana Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Baru dan Piutang Pembiayaan pada 2025

Jika dirinci berdasarkan tipe rumah, segmen rumah kecil dan rumah besar sama-sama mencatat kontraksi pada awal tahun ini. Penjualan rumah tipe kecil anjlok hingga 45,59% yoy, sedangkan rumah tipe besar turun 8,03% yoy. Di sisi lain, rumah tipe menengah masih mencatat pertumbuhan sebesar 8,28% yoy.

Ekonom Universitas Airlangga (Unair) Rahma Gafmi menilai penurunan penjualan rumah tipe kecil menjadi sinyal paling mengkhawatirkan.

Menurutnya, rumah tipe kecil umumnya dibeli oleh pembeli rumah pertama atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Lesunya penjualan mencerminkan tekanan inflasi dan kenaikan biaya hidup yang tidak diimbangi peningkatan pendapatan masyarakat.

“Itu membuat kelompok ini menunda pembelian aset tetap,” ujar Rahma kepada Kontan, Senin (18/5/2026).

Sementara itu, penurunan penjualan rumah tipe besar dinilai sebagai cerminan sikap wait and see kalangan atas. Di tengah volatilitas pasar global dan pergerakan nilai tukar, kelompok masyarakat kaya disebut lebih memilih menempatkan dana mereka pada instrumen likuid seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) maupun deposito valuta asing.

Rahma juga menilai penyaluran KPR yang lebih terbatas dipengaruhi oleh sikap selektif perbankan dalam menyalurkan kredit. Menurutnya, kehati-hatian tersebut kemungkinan masih akan berlanjut setidaknya hingga akhir semester I-2026.

Dengan kondisi tersebut, ia memproyeksikan pertumbuhan KPR hingga akhir tahun ini masih akan tertahan pada level single digit.

Kepala Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan proses underwriting yang lebih ketat memang diterapkan bank guna menjaga kemampuan bayar debitur dalam jangka panjang.

Menurut Dian, pertumbuhan KPR tidak hanya ditentukan oleh sisi penawaran kredit, tetapi juga daya beli masyarakat dalam memenuhi kewajiban cicilan secara berkelanjutan. Ketidakpastian ekonomi juga membuat perbankan lebih berhati-hati dalam menjaga kualitas ekspansi kredit.

Baca Juga: Bank Asing Makin Agresif, Kuasai Hampir Seperempat Aset Perbankan Nasional

Meski demikian, OJK tetap mendorong perbankan untuk mengoptimalkan perannya sebagai agen pembangunan ekonomi nasional.

“Bank dapat mengoptimalkan dukungan kebijakan pemerintah dan bauran kebijakan,” katanya.

Perbankan Pasang Target Pertumbuhan Moderat

Sejumlah bank besar juga mencatat pertumbuhan KPR yang lebih terbatas sepanjang kuartal I-2026.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat pertumbuhan KPR sebesar 6,8% yoy menjadi Rp 306,12 triliun. Angka tersebut melambat dibandingkan pertumbuhan 7,8% yoy pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan pertumbuhan KPR sebesar 5,2% yoy menjadi Rp 142,4 triliun, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 10,5% yoy pada tahun lalu.

EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn menyebut perlambatan tersebut sejalan dengan kondisi perekonomian saat ini.

Meski begitu, BCA tetap berupaya mendorong pertumbuhan KPR melalui berbagai program promosi, seperti penawaran bunga spesial, diskon provisi, hingga potongan premi asuransi jiwa guna meningkatkan volume aplikasi baru.

“BCA senantiasa mendorong penyaluran kredit secara pruden, dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan menerapkan manajemen risiko secara disiplin,” kata Hera.

Baca Juga: Laba Tumbuh Kontras, Cek Kinerja Bank Mandiri vs BCA di Awal Kuartal II-2026

Di sisi lain, PT Bank CIMB Niaga Tbk justru belum mampu mencatat pertumbuhan outstanding KPR. Pada kuartal I-2026, nilai outstanding KPR CIMB Niaga stagnan di level Rp 41,78 triliun. Padahal pada tahun sebelumnya, bank ini sudah mengalami koreksi sebesar 2,7% yoy pada segmen tersebut.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan permintaan KPR saat ini masih relatif rendah, terutama dari segmen masyarakat menengah yang dinilai belum memiliki ruang keuangan untuk menambah cicilan baru.

Lani juga mengakui pihaknya kini lebih selektif dalam menyalurkan kredit, termasuk KPR, demi menjaga kelancaran pembayaran debitur dan kualitas aset bank.

Karena itu, hingga akhir 2026, pertumbuhan KPR diperkirakan masih bergerak moderat di tengah tekanan daya beli dan ketidakpastian ekonomi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×