kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Buana Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Baru dan Piutang Pembiayaan pada 2025


Senin, 18 Mei 2026 / 21:21 WIB
Buana Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Baru dan Piutang Pembiayaan pada 2025
ILUSTRASI. Buana Finance (KONTAN/Daniel Prabowo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Buana Finance Tbk (BBLD) membukukan pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru dan piutang pembiayaan sepanjang 2025, di tengah tekanan kondisi makroekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Direktur Keuangan Buana Finance Mariana Setyadi mengatakan, penyaluran pembiayaan baru perusahaan mencapai Rp 4,3 triliun pada 2025, tumbuh 5,13% secara tahunan (YoY).

Baca Juga: AAUI Sebut Perpindahan Tenaga Aktuaris Terjadi di Industri Asuransi Umum

Penyaluran tersebut masih didominasi segmen pembiayaan konsumen sebesar Rp 3,11 triliun, sementara sisanya berasal dari sewa pembiayaan dan anjak piutang senilai Rp 1,18 triliun.

Dari sisi portofolio, piutang pembiayaan perusahaan tercatat sebesar Rp 6,57 triliun pada 2025, tumbuh 7,05% YoY.

Kontribusi terbesar berasal dari pembiayaan konsumen dengan porsi 79,20%, diikuti sewa pembiayaan dan anjak piutang sebesar 12,71%.

Pertumbuhan piutang tersebut turut mendorong kenaikan aset perusahaan menjadi Rp 7,15 triliun, naik 7,72% secara YoY.

Namun demikian, laba bersih perusahaan justru terkoreksi menjadi Rp 13,48 miliar pada 2025.

Penurunan ini dipengaruhi kondisi ekonomi yang belum stabil serta peningkatan beban pencadangan kerugian penurunan nilai yang naik 44,71%.

Baca Juga: KPR Melambat, Ciputra Life Diversifikasi ke Kredit UMKM dan Kendaraan

Sejalan dengan itu, rasio Non Performing Financing (NPF) meningkat menjadi 3,12% pada 2025, dibandingkan 1,97% pada tahun sebelumnya, mencerminkan kenaikan risiko pembiayaan di tengah tekanan ekonomi.

Untuk menjaga kinerja, perusahaan melakukan berbagai langkah mitigasi risiko, termasuk penguatan strategi penagihan, efisiensi operasional, serta optimalisasi portofolio bisnis.

“Langkah-langkah strategis tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” ujar Mariana.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 18 Mei 2025, pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 serta pembagian dividen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×