kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Bank Asing Makin Agresif, Kuasai Hampir Seperempat Aset Perbankan Nasional


Selasa, 19 Mei 2026 / 05:50 WIB
Bank Asing Makin Agresif, Kuasai Hampir Seperempat Aset Perbankan Nasional
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah Bank Danamon. Pangsa pasar bank asing capai 23,75% per Maret 2026. Simak kontribusi besarnya terhadap pembiayaan valas dan FDI di Indonesia. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peran bank asing di industri perbankan nasional kembali menguat di tengah maraknya aksi korporasi dan ekspansi bisnis sejumlah grup perbankan global di Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pangsa pasar bank asing dan kantor cabang bank asing mencapai 23,75% dari total aset industri perbankan per Maret 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan keberadaan bank asing masih memberi kontribusi besar terhadap industri perbankan nasional, terutama dalam pembiayaan valuta asing, aktivitas ekspor-impor, hingga aliran foreign direct investment (FDI).

Baca Juga: Bank Asing Kian Agresif Bidik Segmen Premium Indonesia

Menurut Dian, bank asing juga berperan dalam memperkuat mitigasi risiko investasi serta menyediakan alternatif struktur pendanaan bagi pelaku usaha di Indonesia.

Gelombang ekspansi terbaru terlihat dari rencana integrasi operasional antara PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan MUFG Bank Ltd yang ditargetkan efektif pada 2027. Jika terealisasi, entitas gabungan tersebut diperkirakan memiliki total aset mencapai Rp 489,15 triliun.

Direktur Utama Bank Danamon, Nobuya Kawasaki, menyebut capaian bisnis perseroan saat ini menjadi fondasi penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ke depan.

Ekspansi juga dilakukan PT Bank OCBC NISP Tbk melalui akuisisi bisnis retail banking dan wealth management milik HSBC Indonesia. Setelah transaksi rampung pada kuartal II-2027, asset under management (AUM) OCBC diperkirakan meningkat sekitar 25%.

Baca Juga: Aksi Korporasi Bank Asing Kembali Semarak, Bagaimana Kinerjanya di Indonesia?

“Kami melihat momentum pertumbuhan yang tetap terjaga di awal tahun 2026, baik dari sisi intermediasi maupun penghimpunan dana,” ujar Presiden Direktur OCBC Indonesia, Parwati Surjaudaja, pekan lalu.

Di tengah agresivitas ekspansi tersebut, tantangan industri perbankan masih membayangi.

Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk, Lani Darmawan, mengakui permintaan kredit masih relatif lemah sehingga tekanan terhadap margin bunga tetap terasa, terutama di segmen ritel dan UMKM.

“Kami fokus di pendapatan non bunga untuk menggantikan kekurangan dari pendapatan bunga sehingga fee income ratio sudah mencapai di atas 33%,” kata Lani.

Sementara itu, PT Bank Oke Indonesia Tbk tetap memilih strategi pertumbuhan yang lebih selektif di tengah persaingan yang semakin ketat.

Baca Juga: OJK: Peran Bank Asing Masih Signifikan, Kuasai 23,75% Aset Perbankan RI

Direktur Kepatuhan Bank Oke Indonesia, Efdinal Alamsyah, mengatakan ruang ekspansi masih terbuka lebar, terutama melalui pemilihan segmen pasar yang tepat dan pertumbuhan bisnis yang terkendali.

Menguatnya ekspansi bank asing dinilai menjadi sinyal persaingan industri perbankan domestik akan semakin ketat, terutama dalam perebutan nasabah korporasi, layanan wealth management, hingga pembiayaan perdagangan internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×