kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Penuhi Aturan Free Float, Bank BTPN Siap Lepas 2,3% Saham ke Pasar


Selasa, 10 Oktober 2023 / 17:08 WIB
Penuhi Aturan Free Float, Bank BTPN Siap Lepas 2,3% Saham ke Pasar
ILUSTRASI. Sumitomo Mitsui Banking Corporaton (SMBC) dalam keterangan resminya menyatakan rencana merger PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) rampung pada 1 Februari 2019.Hal ini dikemukakan oleh President and Group CEO Sumitomo Mitsui Financial Group Takeshi Kunibo serta President and CEO SMBC Makoto Takashima.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank BTPN Tbk yang dikendalikan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) memastikan akan memenuhi aturan terkait jumlah saham beredar di publik atau free float sebesar 7,5% pada akhir Desember 2023, sesuai dengan batas waktu yang ditentukan regulator.

"Jumlah saham yang akan dilepas ke pasar adalah sebesar 2,3% dengan harga yang tergantung pada kondisi pasar. Bank BTPN akan senantiasa memenuhi ketentuan yang berlaku dan melakukan free float pada akhir Desember 2023, sesuai dengan batas waktu yang ditentukan regulator," kata Dini Herdini, Direktur Kepatuhan dan Legal BTPN kepada kontan.co.id, Selasa (10/10).

Ia menjelaskan, ketika BTPN merger dengan SMBC Indonesia pada tahun 2019, aturan free float sudah dipenuhi perseroan. Namun, pada tahun 2021 terjadi perubahan aturan dimana saham yang dimiliki direksi dan komisaris serta saham treasury tidak dihitung sebagai free float.

Baca Juga: 10 Saham Perbankan Masuk Indeks Bank Premium, Mana yang Masih Layak Dikoleksi?

Dengan aturan baru itu, otomatis jumlah saham perseroan yang beredar di publik menjadi kurang dari 7,5%.

 

Berdasarkan data kepemilikan saham per 31 September 2023, BTPN dimiliki oleh SMBC dengan porsi kepemilikan mencapai 92,43%. Sementara, porsi kepemilikan masyarakat hanya mencapai 6,42%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×