Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lembaga pemeringkat utang Moody’s memangkas outlook atau proyeksi terhadap lima bank besar di Indonesia dari stabil menjadi negatif, salah satunya adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).
Menanggapi hal ini Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menegaskan, perubahan outlook Moody’s tersebut sejalan dengan penyesuaian outlook sovereign Pemerintah Indonesia dan tidak mencerminkan penurunan kinerja keuangan maupun profil risiko internal perseroan.
Posisi peringkat kredit BNI juga disebut masih berada pada level investment grade.
Baca Juga: Salurkan Kredit Koperasi Merah Putih, BNI Yakin Margin Tetap Terjaga
"Hingga akhir tahun buku 2025 fundamental perseroan tetap terjaga solid. Indikator utama seperti permodalan, likuiditas, kualitas aset, serta profitabilitas dinilai berada pada level sehat dan sesuai ketentuan regulator, dengan struktur pendanaan yang dikelola secara prudent," jelas Okki dalam siaran pers, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, BNI akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis sebagai respons terhadap dinamika eksternal.
Perseroan berkomitmen memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, sekaligus menjaga kualitas penyaluran kredit melalui strategi ekspansi yang selektif dan terukur.
Selain itu, BNI juga terus memperkuat sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, serta Kementerian Keuangan guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan mempertahankan kepercayaan pasar.
Baca Juga: BNI Sekuritas Jadi Mitra Distribusi ORI029, Penawaran Hingga 19 Februari
"Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kinerja perseroan tetap berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global maupun domestik," kata Okki.
Sebelumnya, Moody’s menurunkan outlook kredit lima bank di Indonesia menjadi negatif. Kelima bank tersebut adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Analis Moody's, Clarabelle Tan, menjelaskan bahwa revisi outlook dilakukan seiring meningkatnya risiko terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah.
Menurut Moody’s, risiko tersebut tercermin dari menurunnya kepastian dan konsistensi dalam proses perumusan serta komunikasi kebijakan dalam setahun terakhir.
Baca Juga: 5 Bank Besar Indonesia Terancam! Moody's Pangkas Outlook Jadi Negatif
“Outlook lima bank Indonesia menjadi negatif dari stabil,” ujar Clarabelle dalam keterangan tertulis.
Meski demikian, Moody's menilai peringkat kredit Indonesia masih ditopang oleh ketahanan ekonomi nasional, termasuk kekuatan sumber daya alam dan struktur demografi yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Namun, lembaga pemeringkat itu juga mengingatkan bahwa penurunan peringkat kredit pemerintah berpotensi diikuti oleh penurunan peringkat bank-bank terkait, terutama yang memiliki keterkaitan kuat dengan sovereign rating.
Selanjutnya: Kementerian ESDM Pangkas RKAB Weda Bay Nickel Lebih dari 70%
Menarik Dibaca: Harga Emas Dunia Tergelincir, tapi Bertahan di atas US$ 5.000
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













