kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Penundaan cicilan berisiko kerek kredit macet multifinance


Selasa, 31 Maret 2020 / 16:52 WIB
ILUSTRASI. Petugas multifinance pembiayaan melayani pengunjung mengamati alat berat di pameran Jakarta.


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) multifinance diperkirakan melonjak akibat relaksasi kredit debitur yang terkena dampak virus corona (Covid-19). Untuk mengantisipasi hal itu, pelaku bisnis multifinance pasang strategi demi menjaga NPL tahun ini.

PT BCA Finance memprediksi risiko kenaikan kredit bermasalah bisa tembus di atas 2% ke depan. Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim menyebut risiko tersebut hanya bersifat sementara dan kemungkinan kembali normal pasca pandemi corona usai.

Baca Juga: Dari multifinance hingga asuransi, berikut kebijakan stimulus dari OJK

“Kalau kenaikan NPF, saya kira secara alami pasti akan terjadi. Tapi kami yakin akan bersifat sementara,” kata Roni kepada Kontan.co.id, Selasa (31/3).

Hingga saat ini, BCA Finance masih menyiapkan skema relaksasi bagi debitur terdampak corona yang mengajukan keringanan. Permohonan pengajuan keringanan bisa diakses melalui website BCA Finance.

Sementara itu, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menyebut dampak corona meluas bukan hanya di sektor industri tetapi juga usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dengan demikian, perlambatan ekonomi secara menyeluruh akan berdampak terhadap kenaikan NPL.

“Peningkatan NPL tahun ini hampir bisa dipastikan akan terjadi tetapi angkanya belum bisa kami pastikan. Posisi Maret 2020 masih belum terlihat dari sisi angka dan rasio tetapi potensi peningkatan sudah mulai dan bisa kami lihat,” terang Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance Ristiawan Suherman.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×