kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penurunan bunga BI pacu bisnis wealth management


Rabu, 13 September 2017 / 20:14 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - Beberapa bankir menyebut dengan turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yaitu 7-day reverse repo rate bisa meningkatkan potensi bisnis wealth management.

Randianto Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) bilang, dengan penurunan suku bunga maka beberapa produk investasi bisa menjadi pilihan menjaga nilai uang. 

"Dengan turunnya suku bunga maka beberapa produk investasi dan asuransi bisa menjadi alternatif yang menarik," kata Randi kepada KONTAN, Selasa (12/9).

BRI menurut Randi akan benar-benar memanfaatkan unit kerja untuk mempermudah akses informasi dalam bisnis priority banking.

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bilang, bisnis wealth management bisa memberikan imbal hasil yang lebih tinggi.

"Namun nasabah harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang konsekuensi tiap produk," kata Jahja kepada KONTAN. Menurut Jahja tidak semua produk wealth management bisa memberikan imbal hasil lebih tinggi dari deposito.

Herwidayatmo, Direktur Utama Bank Panin bilang dengan bisnis wealth management bank bisa mengoptimalkan pendapatan non bunga.

Glen Glenardi, Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk bilang bisnis wealth management bisa membantu bank meningkatkan pendapatan bank berbasis komisi (fee based income). "Di kami salah satu produk wealth management yang tumbuh cukup bagus adalah bank assurance," kata Glen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×