kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Per Februari, Adira Finance Salurkan Pembiayaan Sepeda Motor Senilai Rp 2 Triliun


Jumat, 14 Maret 2025 / 14:12 WIB
Per Februari, Adira Finance Salurkan Pembiayaan Sepeda Motor Senilai Rp 2 Triliun
ILUSTRASI. Gerai perusahaan pembiayaan pada diler sepeda motor di Depok, Jawa Barat.Adira Finance mencatatkan penyaluran pembiayaan sepeda motor sebesar Rp 2 triliun hingga Februari 2025. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Adira Finance mencatatkan penyaluran pembiayaan sepeda motor sebesar Rp 2 triliun hingga Februari 2025. 

Chief of Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani mengatakan kontribusi sektor ini mencapai 41% dari total portofolio perusahaan.

“Adira Finance akan terus menerapkan berbagai inisiatif strategis untuk mendukung pembiayaan sepeda motor, diantaranya dengan terus melakukan ekspansi bisnis secara selektif ke daerah-daerah yang memiliki potensi tinggi dan memperkuat kerja sama dengan diler dan mitra strategis,” ungkap Gani kepada Kontan, Jumat (14/3).

Baca Juga: Adira Finance Proyeksi Pembiayaan Kendaraan Bekas Naik Jelang Lebaran

Tak hanya itu, Adira Finance juga akan terus meningkatkan customer retention melalui penawaran yang lebih baik serta perbaikan proses, seiring dengan inisiatif untuk memperbaiki struktur biaya agar lebih bersaing dengan melakukan proses digitalisasi.

Namun, Gani tak memungkiri, tantangan masih menghadang industri pembiayaan sepeda motor di tahun ini. Misalnya, kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan opsen pajak kendaraan bermotor berpotensi meningkatkan harga jual kendaraan yang dapat menekan daya beli masyarakat.

“Suku bunga acuan yang belum turun lebih jauh dapat membuat kredit kendaraan tetap mahal,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×