kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Per September, penyaluran pembiayaan Bank Muamalat turun 14,07%


Senin, 08 Oktober 2018 / 17:16 WIB
ILUSTRASI. Teller menghitung uang di Bank Muamalat


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat penyaluran pembiayaan sampai September 2018 turun 14,07% year on year (yoy) menjadi Rp 35,1 triliun dari September 2017 yang sebesar Rp 40 triliun.

Dari penyaluran pembiayaan ini, bank mengalokasikan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) Rp 1,2 triliun atau naik 3,72% secara yoy. Untuk pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) Bank Muamalat mencatat realisasi Rp 44,3 triliun atau turun 6,34% yoy.

Achmad Kusna Permana, Direktur Utama Bank Muamalat mengatakan, untuk pembiayaan, pada tahun ini Bank Muamalat tidak banyak melakukan pembiayaan ke nasabah baru.

“Kebanyakan pembiayaan masih dilakukan ke nasabah lama,” kata Permana, Selasa (8/10). 

Saat ini menurut Permana, Bank Muamalat fokus ke perbaikan infrastruktur dan pembiayaan.

Pembiayaan yang turun ini menurut Permana diproyeksi masih akan terjadi sampai perbaikan intermediasi selesai dilakukan.

Sementara itu, laba bersih per September 2018 tercatat sebesar Rp 111,7 miliar atau naik 145% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 45,5 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan September 2018 (unaudited) Bank Muamalat yang ada di website, kenaikan laba bersih ini lebih didorong oleh beban operasional lain yang turun 10,2% yoy menjadi Rp 773 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 861 miliar.

Selain itu, laba ini juga didorong oleh pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang naik tipis 2,32% yoy menjadi Rp 942 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 921 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×