kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Perbanas Dukung Langkah OJK Untuk Konsolidasi Bank KBMI 1


Senin, 08 Desember 2025 / 15:03 WIB
Perbanas Dukung Langkah OJK Untuk Konsolidasi Bank KBMI 1
ILUSTRASI. Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hery Gunardi terpilih sebagai Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas).


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) turut mendukung rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkecil jumlah perbankan di Indonesia. Adapun, kaitannya terkait rencana penghapusan kelas bank KBMI 1.

Seperti diketahui, OJK ingin bank-bank KBMI 1, terkecuali bank daerah, nantinya bisa saling konsolidasi agar naik kelas ke bank KBMI 2. Di mana, saat ini ada 61 bank yang masuk dalam KBMI 1, tidak termasuk bank daerah.

Ketua Umum Perbanas yang juga Direktur Utama BRI  Hery Gunardi bilang sejatinya  dari sisi permodalan, bank KBMI 1 secara industri memiliki permodalan yang cukup baik, dengan rasio CAR berkisar 31,5%.

Baca Juga: Presiden Minta Relaksasi KUR Korban Bencana, Ini Rencana Menteri UMKM

Hanya saja, ia menyadari dari sisi efisiensi, bank KBMI 1 masih sulit menjaga beban operasional mereka. Ini tergambar dari rasio BOPO yang mencapai 83%, sementara bank KBMI 4 hanya sekitar 64%.

“Jadi ke depannya mungkin ajakan yang disampaikan oleh OJK itu, untuk melakukan konsolidasi itu benar-benar ini bisa terjadi,” ujarnya, Senin (8/11).

Herry bilang perbankan itu harus memiliki economic skill tertentu. Nyatanya, bank-bank dengan aset di bawah Rp 10 triliun akan kesulitan untuk berkembang, mendapatkan margin, hingga sulit untuk melakukan investasi.

Dia bercerita pengalamannya ketika, bank-bank syariah milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) melakukan merger menjadi Bank Syariah Indonesia, aset masing-masing bank yang sebelumnya berada di bawah Rp 100 triliun kini menjadi lebih dari Rp 200 triliun. 

“Itu menurut kami perlu dipertimbangkan bahwa memang dengan size yang ada, yang size total tadi, ekonomi per skill-nya dapat, dan banknya akan cepat tumbuh,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×