kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Presiden Minta Relaksasi KUR Korban Bencana, Ini Rencana Menteri UMKM


Senin, 08 Desember 2025 / 14:49 WIB
Diperbarui Senin, 08 Desember 2025 / 14:50 WIB
Presiden Minta Relaksasi KUR Korban Bencana, Ini Rencana Menteri UMKM
ILUSTRASI. Menteri UMKM Maman Abdurrahman.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dampak adanya bencana banjir di tiga provinsi Sumatra telah membuat pemerintah berencana mengambil langkah pemulihan. Salah satunya adalah penghapusan utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) petani yang terdampak bencana banjir.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto kala berkunjung ke wilayah terdampak banjir. Ia menyebutkan akan menghapuskan utang KUR petani yang menjadi korban bencana banjir di Sumatra. Alasannya,  banyak petani tidak dapat berproduksi karena sawah-sawah mereka rusak diterjang banjir.

Menanggapi hal tersebut, Menteri UMKM Maman Abdurrahman bilang dalam satu minggu ini akan berkoordinasi dengan bank-bank penyalur KUR. Dalam hal ini, agendanya adalah melihat kondisi masing-masing debitur terkait dampak apa saja yang dialami akibat bencana ini.

Baca Juga: Kawal Penyaluran KUR, Kementerian UMKM Siapkan Sidak dan Aplikasi Sapa UMKM

Ia menjelaskan akan ada tiga pemetaan. Di antaranya dampak permanen, dampak semi permanen dan dampak lainnya.

“Kalau misalnya ada UMKM yang benar-benar hancur rumahnya dan tidak bisa melanjutkan bisnisnya, itu bisa masuk permanen. Nah, nanti baru kita pikirkan langkah-langkahnya,” ujar Maman, Senin (8/12).

Lebih lanjut, Maman menjelaskan detail relaksasi yang akan diberikan masih terus digodok. Mengingat, ia bilang pendataan korban saja membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Seperti diketahui, saat ini BNPB dan beberapa lembaga sedang melakukan penanggulangan bencana. Di mana, Maman menyebutkan jumlah korban pun masih terus bertambah hingga saat ini.

"Kalau kami nanti masuk di pemulihan ekonomi pasca bencana,” jelasnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×