kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Perbankan Genjot Bisnis Remitansi untuk Topang Pendapatan Komisi


Selasa, 16 Juni 2026 / 14:54 WIB
Perbankan Genjot Bisnis Remitansi untuk Topang Pendapatan Komisi
ILUSTRASI. TRANSAKSI REMITANCE (KONTAN/Cheppy A.Muchlis)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bisnis remitansi perbankan masih berkibar di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang penuh ketidakpastian. 

Salah satunya yang mencatatkan kinerja positif ialah Bank Syariah Indonesia (BSI). Hingga April 2026, volume transaksi remitansi BSI melesat tumbuh hingga 47% secara tahunan menjadi Rp 56 triliun. 

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar bilang capaian ini salah satunya ditopang oleh kian luasnya jaringan remitansi bank. Sejauh ini, bisnis remitansi BSI telah hadir di 15 negara dengan 29 mitra global. 

Baca Juga: BSI Lunasi Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Seri B Senilai Rp 220 Miliar

“Ekspansi jaringan menjadi salah satu pendorong peningkatan transaksi remitansi di sejumlah negara, salah satunya mitra-mitra remitansi di Asia,” jelas Wisnu kepada Kontan, pekan lalu. 

Secara rinci, ia bilang kini BSI Remittance sudah hadir di Malaysia, Hong Kong, Singapura, Jepang, Australia, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Qatar, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Indonesia. Pun belum lama ini, BSI  menambah koridor baru di negara Turki dan Oman. 

Dengan adanya jaringan yang luas, juga layanan yang lengkap dan terkoneksi dengan e-channel bank yang bisa diakses di luar negeri, Wisnu bilang pihaknya optimistis pertumbuhan remitansi di BSI bakal melaju dibandingkan tahun sebelumnya. Apalagi, bisnis remitansi menjadi salah satu kontributor terhadap pendapatan komisi bank. 

Tak jauh berbeda, EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengaku kinerja layanan remitansi BCA menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. 

Pertumbuhan transaksi remitansi turut berkontribusi positif bagi kenaikan pendapatan selain bunga BCA yang hingga Maret 2026 tumbuh 14,2% secara year on year (yoy) menjadi Rp6,6 triliun, ditopang pendapatan fee dan komisi yang tumbuh 14,2% yoy menjadi Rp 5,5 triliun.

“Pencapaian tersebut sejalan dengan komitmen BCA untuk senantiasa menghadirkan solusi layanan keuangan terbaik guna memenuhi kebutuhan nasabah di berbagai segmen,” kata Hera. 

Saat ini, remitansi BCA dapat melayani lebih dari 100 mata uang asing dengan 18 mata uang utama yaitu USD, CNY, EUR, SGD, AUD, AED, CAD, CHF, DKK, GBP, HKD, JPY, SAR, SEK, NZD, THB, MYR, dan KRW. 

Baca Juga: Maybank Indonesia Umumkan Rencana Ambil Alih Asuransi Etiqa Internasional Indonesia

Lebih lanjut, Hera bilang pertumbuhan transaksi remitansi terjadi di berbagai sarana e-channel bank. Kemudahan transaksi melalui e-channel turut dilengkapi dengan fitur upload dokumen pendukung untuk transaksi remitansi dengan nominal di atas threshold sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, proses transaksi menjadi lebih mudah dan efisien. 

Selain itu, BCA juga menghadirkan Poket Valas di aplikasi myBCA yang memberikan fleksibilitas bagi nasabah dalam mengelola valuta asing. 

Melalui fitur ini, nasabah dapat melakukan pengisian saldo, penarikan tunai, pengiriman hingga penerimaan berbagai mata uang asing secara cepat dan praktis. Saat ini, tersedia 18 mata uang asing yang dapat ditransaksikan melalui Poket Valas myBCA.

Hera memastikan pihaknya senantiasa berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas dan memastikan layanan remitansi BCA sebagai layanan yang andal agar senantiasa memberikan nilai tambah bagi nasabah. 

“Dengan begitu, jumlah transaksi remitansi diharapkan akan terus bertumbuh hingga akhir tahun ini,” tukasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×