Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Instrumen Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi primadona bagi industri asuransi komersial dalam menempatkan investasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total investasi industri asuransi komersial, baik asuransi jiwa, asuransi umum, maupun reasuransi, mencapai Rp 977,81 triliun per Mei 2026.
Dari nilai tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan penempatan investasi asuransi komersial masih didominasi SBN sebesar Rp 317,66 triliun.
"Porsinya 42,94% terhadap total investasi," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (28/7/2026).
Ogi mengatakan penempatan investasi terbesar kedua dan ketiga di industri asuransi komersial adalah instrumen saham sebesar 15,13% dan reksa dana sebesar 13,46% per Mei 2026.
Baca Juga: Pembiayaan Hijau Perbankan Melaju, BCA dan Bank Mandiri Catat Pertumbuhan
Lebih lanjut, Ogi mengatakan dominasi penempatan pada SBN mencerminkan strategi investasi industri yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential), khususnya di tengah dinamika pasar keuangan dan ketidakpastian global. Dia juga menyebut SBN memiliki sejumlah keunggulan sehingga industri masih menempatkan dana pada instrumen tersebut.
"Instrumen SBN dinilai memiliki tingkat risiko yang relatif lebih rendah, likuiditas yang baik, serta mampu mendukung pengelolaan kewajiban jangka panjang perusahaan asuransi," ujar Ogi.
Sementara itu, OJK mencatat hasil investasi asuransi komersial per Mei 2026 sebesar Rp 5,51 triliun. OJK juga mencatat nilai premi asuransi komersial mencapai Rp 139,54 triliun per Mei 2026, atau tumbuh 0,67% secara year on year (YoY). Adapun klaim asuransi komersial mencapai Rp 91,79 triliun per Mei 2026, atau tumbuh 8,54% YoY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
