kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Perbankan Turun Tangan di Bisnis Paylater Dengan Bunga Lebih Murah


Senin, 22 Januari 2024 / 05:15 WIB
Perbankan Turun Tangan di Bisnis Paylater Dengan Bunga Lebih Murah
ILUSTRASI. Industri perbankan masuk bisnis paylater dengan penawaran bunga yang lebih murah.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gurihnya bisnis paylater telah menjadi magnet bagi industri perbankan untuk masuk dengan penawaran bunga yang lebih murah. Setidaknya, bakal ada dua bank lagi yang bakal segera meluncurkan layanan tersebut untuk bisa dimanfaatkan oleh nasabahnya, antara lain PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Dua bank tersebut bakal menemani bank besar lainnya yang sudah menjajal bisnis tersebut, yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Direktur Konsumer CIMB Niaga Noviady Wahyudi juga menyebutkan bunga lebih rendah menjadi salah satu keuntungan produk paylater yang dikeluarkan perbankan. Bank memposisikan paylater sebagai salah satu produk dari solusi yang lebih menyeluruh.

Memang, pria yang akrab disapa Dede ini belum mau menyebutkan bunga paylater yang kini ditawarkan CIMB Niaga, mengingat saat ini produk tersebut masih dalam penawaran terbatas yang artinya masih dalam tahap uji coba. Dia hanya bilang produk paylater sepanjang 2023 kemarin sudah tumbuh 1,5 kali lipat.

Paylater ini berkontribusi sekitar 10% dari personal loan dan targetnya transaksi paylater ini akan tumbuh menjadi 2 kali di 2024,” ujar Dede.

Baca Juga: Mata Uang Komoditas Melemah di Awal 2024, Simak Prospeknya

Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu melihat bahwa saat ini perbankan jika bermain dalam bisnis paylater mampu memberikan bunga yang lebih murah dibandingkan yang ditawarkan fintech. Meskipun, saat ini pihaknya masih dalam proses pengembangan layanan paylater dalam aplikasinya.

“Kalau saya lihat sih bank bisa nawarin bunga itu sekitar 12% per tahun,” ujar dia saat ditemui Kontan.co.id belum lama ini.

Nixon menargetkan bisa mendapat izin mengeluarkan produk paylater di akhir triwulan pertama tahun 2024 ini. Target pasar dari layanan tersebut lebih diutamakan untuk nasabah existing BTN.

Nixon beralasan, BTN tergerak mengeluarkan produk paylater agar bisa menjaga nasabah existing dari kredit macet di fintech lain. Sebab, jika nasabah terjebak macet akan berpengaruh pula pada risiko kredit macet di BTN.

“Jadi mending mereka pakai paylater di BTN dan memang yang risikonya rendah bisa mendapat layanan tersebut,” ujar Nixon.

Baca Juga: Tarik Pajak dari Bisnis Fintech, Negara Cuan Rp 647,52 Miliar

Jika dilihat dari produk-produk paylater milik perbankan yang telah resmi diluncurkan pada tahun 2023, bunga-bunga paylater mereka memang terlihat lebih rendah. Artinya, masuknya perbankan di bisnis paylater bisa menjadi tantangan bagi fintech yang menyediakan paylater terlebih dahulu.

Ambil contoh, BCA yang menawarkan suku bunga sampai dengan 2% flat per bulan untuk  jangka waktu cicilan 1, 3, 6, atau 12 bulan. Bahkan, hingga 31 Maret 2024 ini masih ada promo bunga 0% untuk cicilan 1 dan 3 bulan serta bunga 1,25% untuk cicilan 6 dan 12 bulan.

“Kami melihat animo yang tinggi dari masyarakat, atas peluncuran fitur Paylater BCA ini,” ujar EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn.

Sejalan dengan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif di tahun 2024, Hera berharap transaksi dengan fitur Paylater BCA akan terus meningkat sehingga turut berdampak pada pertumbuhan kredit konsumsi BCA. 

Baca Juga: Transaksi Kartu Kredit Perbankan Meningkat Saat Nataru

Sementara itu, Bank Mandiri dalam bisnis paylater-nya juga menawarkan bunga lebih murah. Rinciannya, bunga pinjaman mulai dari 0% untuk tenor 1 dan 3 bulan, dan mulai dari 1.5% flat per bulan untuk tenor lebih  3 bulan ditambah biaya admin mulai 0,25% per transaksi.

Sebagai perbandingan, beberapa fintech yang menawarkan paylater memiliki bunga pinjaman yang jauh lebih tinggi. Rata-rata, bunga pinjaman paylater yang ditawarkan fintech ini paling rendah 2%.

Berdasarkan situs resminya, Kredivo yang merupakan salah satu pelopor bisnis paylater menawarkan bunga 0% untuk tenor 1 bulan dan 3 bulan. Selanjutnya, ada bunga minimal 2,6% per bulannya untuk cicilan di atas 3 bulan.

Sementara itu, Gopaylater memiliki bunga bervariasi tergantung pada jenis cicilan yang dipilih. Secara rinci, kisaran bunga yang paling rendah ditawarkan adalah 1% untuk cicilan satu kali dan tertinggi cicilan enam kali yang mulai dari 2,75% per bulan.

Serupa tingginya, Spaylater yang dimiliki Shopee juga memberlakukan bunga yang sama untuk semua jenis cicilan. Di mana, bunga yang mereka tawarkan minimal 2,95% dari total jumlah pembayaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×