kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Perbesar aset unit usaha syariah, Bank BTN jajaki akuisisi Bank Syariah Bukopin


Kamis, 20 Juni 2019 / 19:25 WIB

Perbesar aset unit usaha syariah, Bank BTN jajaki akuisisi Bank Syariah Bukopin

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank umum konvensional terus melakukan persiapan untuk bisa melepas unit usaha syariah (UUS) sehingga menjadi perusahaan yang berdiri sendiri (spin off). Saat ini, upaya untuk memperbesar aset UUS terus didorong.

Berdasarkan, Peraturan Bank Indonesia 11/10/PBI/2009, UUS wajib dipisahkan dari induk jika nilai asetnya mencapai 50% dari total induk dan seluruh UUS wajib berdiri sendiri 15 tahun setelah UU 21/2008 tentang Perbankan Syariah diterbitkan. Artinya regulator memberikan batas akhir penyapihan UUS hingga 2023.


PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) misalnya tengah berupa memperbesar aset unit usaha syariahnya. Hal itu tidak hanya dilakukan secara organik tetapi akan digenjot lewat ekspansi anorganik.

Anggota indeks Kompas100 ini, saat ini tengah membidik mengakuisisi perbankan syariah untuk nantinya dilebur dengan BTN syariah.

"Untuk spin off BTN Syariah, kita memang sedang cari institusi, bisa juga antar BUMN atau bisa juga di luar BUMN. Kita akan akuisisi salah satu, tapi penjajakan tidak hanya dilakukan dengan satu bank." Kata kata Direktur Strategy, Compliance & Risk BTN Mahelan Prabantarikso pada Kontan.co.id, Kamis (20/6).

Salah satu yang tengah dijajaki untuk diakuisisi adalah PT Bank Syariah Bukopin. Mahelan bilang, pihaknya masih menganalisis kemungkinan-kemungkinan untuk mencaplok bank itu. Seperti diketahui, Bank Bukopin sebelumnya menyebutkan berencana melakukan divestasi terhadap anak usaha syariahnya tersebut.

BTN menargetkan spin off UUS-nya bisa dilakukan pada 2020. Hal itu sudah masuk dalam rencana bisnis Bank (RBB) perseroan tahun depan. Adapun nilai aset BTN Syariah saat ini mencapai sekitar Rp 27 triliun.

Sedangkan PT CIMB Niaga Tbk menargetkan spinn off unit usaha syariahnya pada akhir 2020 atau awal 2023. " Kami belum ada keinginan memajukan rencana spin off tersebut karena kami mau nunggu aset UUS ini sampai Rp 70 triliun- Rp 80 triliun dulu." kata Direktur Syariah CIMB Pandji Djajanegara.

Adapun per Maret 2019, Syariah CIMB baru mencapai Rp 35,1 triliun. Selain akan memperbesar aset, CIMB juga masih akan menunggu retained earning dan modal unit usaha syariahnya ini lebih dari Rp 5 triliun sesui kriteria bank BUKU III.

Pandji bilang, pihaknya telah mempersiapkan organisasi kerja spin off tersebut, tetapi itu baru akan mulai efektif bekerja pada tahun 2020. Dari sisi internal, perseroan terus melakukan persiapan knowledge, produk, level layanan agar pengalaman konsumen siap dan sama dengan bank konvensional


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0742 || diagnostic_api_kanan = 0.0329 || diagnostic_web = 0.2910

Close [X]
×