kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.951   35,00   0,21%
  • IDX 7.229   -133,17   -1,81%
  • KOMPAS100 1.001   -20,27   -1,99%
  • LQ45 737   -14,22   -1,89%
  • ISSI 254   -5,67   -2,19%
  • IDX30 394   -6,80   -1,70%
  • IDXHIDIV20 489   -7,36   -1,48%
  • IDX80 113   -2,21   -1,92%
  • IDXV30 132   -1,85   -1,38%
  • IDXQ30 127   -1,95   -1,51%

PermataBank Perkuat Bisnis Syariah, Belum Kejar Spin Off UUS


Jumat, 13 Maret 2026 / 11:04 WIB
PermataBank Perkuat Bisnis Syariah, Belum Kejar Spin Off UUS
ILUSTRASI. PT Bank Permata Tbk (BNLI) masih fokus memperkuat bisnis syariahnya sebelum memenuhi ambang batas pemisahan unit usaha syariah (spin off).(Dok/PermataBank)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Permata Tbk (BNLI) masih fokus memperkuat bisnis syariahnya sebelum memenuhi ambang batas pemisahan unit usaha syariah (spin off).

Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah PermataBank Rudy Basyir Ahmad mengungkapkan, hingga Desember aset Unit Usaha Syariah (UUS) PermataBank masih berada di kisaran Rp 37 triliun. 

Menurutnya, angka tersebut masih jauh di bawah ambang batas Rp 50 triliun yang menjadi batas minimum melakukan spin off sesuai regulasi.

Karena itu, saat ini bank lebih memprioritaskan penguatan bisnis syariah secara fundamental, baik dari sisi neraca maupun layanan kepada nasabah.

Baca Juga: Jumlah ATM Berkurang, Bank CIMB Niaga Utamakan Layanan Digital di Tahun 2026

Rudy bilang PermataBank ingin memastikan pertumbuhan bisnis syariah berjalan sehat dan berkelanjutan sebelum nantinya mencapai ambang batas spin off.

“Fokus kami sekarang memperkuat bisnis syariah di bank. Bagaimana memperkuat dari sisi neracanya supaya bisnisnya juga lebih terdiversifikasi, serta memperkuat pelayanan kepada nasabah,” ujar Rudy dalam paparan publik, Kamis (12/3/2026).

Rudy menambahkan, PermataBank juga ingin memperluas jangkauan layanan syariah agar dapat melayani seluruh segmen nasabah. Hal itu sejalan dengan moto bisnis syariah bank tersebut, yakni “syariah untuk semua.”

Ia menegaskan, bank tidak memiliki target waktu tertentu untuk mencapai ambang batas spin off. Pertumbuhan UUS akan mengikuti perkembangan bisnis bank secara keseluruhan. Pasalnya, PermataBank lebih mengutamakan pertumbuhan yang berkelanjutan dibandingkan mempercepat pencapaian aset demi memenuhi threshold spin off.

Baca Juga: BCA Akan Tebar Dividen Interim Tiga Kali Tahun 2026, Ini Alasannya

“Yang kami pastikan pertumbuhan itu adalah pertumbuhan yang sustainable. Tidak didongkrak untuk mempercepat, tapi benar-benar sustain,” katanya.

Namun demikian, selama peluang pertumbuhan masih terbuka, PermataBank akan terus mengembangkan bisnis syariahnya. “Selama opportunity untuk pertumbuhan itu ada, kami akan terus melakukannya,” pungkas Rudy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×