Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia optimistis prospek kinerja unitlink masih cukup positif hingga akhir tahun ini, meskipun pasar diperkirakan tetap diwarnai volatilitas. Secara rinci, Head of Investment Tokio Marine Life Insurance Indonesia Kornelis Pandu Wicaksono mengatakan unitlink berbasis pasar uang dan pendapatan tetap berpotensi menunjukkan kinerja yang relatif lebih stabil sepanjang 2026.
"Hal itu didukung oleh tingkat imbal hasil yang kompetitif, serta karakteristik risiko yang lebih terjaga," ujarnya kepada Kontan, Jumat (12/6).
Sementara itu, Kornelis menerangkan unitlink campuran dapat menjadi alternatif bagi nasabah yang menginginkan keseimbangan antara peluang pertumbuhan dan pengelolaan risiko. Untuk unitlink berbasis saham, dia bilang prospek jangka panjang tetap menjanjikan sejalan dengan potensi pertumbuhan ekonomi dan fundamental emiten yang baik.
Baca Juga: Bos BCA Syariah: Suku Bunga Tinggi Tuntut Bank Kreatif Cari Dana Murah
"Meski demikian, pergerakannya dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, termasuk arah kebijakan moneter global, perkembangan geopolitik, serta sentimen pasar," tuturnya.
Lebih lanjut, dalam kondisi saat ini, Kornelis menilai investor cenderung lebih selektif dalam menempatkan dana investasinya. Di satu sisi, lingkungan suku bunga yang lebih tinggi dapat memberikan tekanan terhadap pasar saham.
Di sisi lain, kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan daya tarik instrumen pasar uang dan pendapatan tetap yang umumnya memiliki tingkat fluktuasi lebih rendah.
Pada akhirnya, Kornelis menerangkan tidak ada satu jenis unitlink yang selalu menjadi pilihan terbaik dalam setiap kondisi pasar. Oleh karena itu, dia menyebut pemilihan produk perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, serta profil risiko masing-masing nasabah agar strategi investasi yang dijalankan dapat lebih optimal.
Sebagai informasi, data Infovesta secara year to date (ytd), rata-rata return unitlink berbasis saham terkontraksi paling dalam, yakni sebesar 8,76% per Mei 2026. Kinerja unitlink berbasis campuran juga terpuruk cukup dalam, dengan rata-rata return terkontraksi 6,17% per Mei 2026.
Adapun unitlink pendapatan tetap rata-rata return-nya juga terkontraksi sebesar 0,88% per Mei 2026. Hanya unitlink berbasis pasar uang yang berhasil mencatatkan kinerja positif, dengan rata-rata return sebesar 1,31% per Mei 2026.
Baca Juga: Pengguna Livin' by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Nilai Transaksi Capai Rp 2.083 Triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













