kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Permintaan KPA Mandiri Berkurang karena Nasabah Lebih Mengincar Rumah Tapak


Kamis, 13 Juni 2024 / 18:16 WIB
Permintaan KPA Mandiri Berkurang karena Nasabah Lebih Mengincar Rumah Tapak
ILUSTRASI. Permintaan kredit pemilikan apartemen (KPA) Bank Mandiri makin berkurang.


Reporter: Aldehead Marinda | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Permintaan kredit pemilikan apartemen (KPA) Bank Mandiri makin berkurang. Bank Mandiri menyebut, per April 2024, nilai outstanding KPA hanya sebesar Rp 1,5 triliun.

Senior Vice President Consumer Loan Group Bank Mandiri, Dessy Wahyuni mengatakan, permintaan KPA menurun karena saat ini minat masyarakat lebih banyak menyasar rumah tapak.

Walaupun berkurang, Bank Mandiri tetap tidak mengurangi porsi penyaluran pembiayaan apartemen.

Baca Juga: Perbankan Berlomba Tawarkan KPR Hijau, Simak Bedanya dengan KPR Konvensional

“Dari data yang kami miliki, permintaan KPA memang berkurang karena minat nasabah sangat tinggi ke rumah tapak, sehingga penyaluran saat ini lebih difokuskan untuk KPR dengan agunan rumah tapak (landed).” ujar Dessy kepada Kontan, Kamis (13/6).

Dessy melanjutkan berkurangnya permintaan KPA sejalan dengan banyaknya pengembang atau developer yang saat ini jauh lebih banyak menyediakan rumah tapak daripada apartemen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×