kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Permintaan KPA Mandiri Berkurang karena Nasabah Lebih Mengincar Rumah Tapak


Kamis, 13 Juni 2024 / 18:16 WIB
Permintaan KPA Mandiri Berkurang karena Nasabah Lebih Mengincar Rumah Tapak
ILUSTRASI. Permintaan kredit pemilikan apartemen (KPA) Bank Mandiri makin berkurang.


Reporter: Aldehead Marinda | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Permintaan kredit pemilikan apartemen (KPA) Bank Mandiri makin berkurang. Bank Mandiri menyebut, per April 2024, nilai outstanding KPA hanya sebesar Rp 1,5 triliun.

Senior Vice President Consumer Loan Group Bank Mandiri, Dessy Wahyuni mengatakan, permintaan KPA menurun karena saat ini minat masyarakat lebih banyak menyasar rumah tapak.

Walaupun berkurang, Bank Mandiri tetap tidak mengurangi porsi penyaluran pembiayaan apartemen.

Baca Juga: Perbankan Berlomba Tawarkan KPR Hijau, Simak Bedanya dengan KPR Konvensional

“Dari data yang kami miliki, permintaan KPA memang berkurang karena minat nasabah sangat tinggi ke rumah tapak, sehingga penyaluran saat ini lebih difokuskan untuk KPR dengan agunan rumah tapak (landed).” ujar Dessy kepada Kontan, Kamis (13/6).

Dessy melanjutkan berkurangnya permintaan KPA sejalan dengan banyaknya pengembang atau developer yang saat ini jauh lebih banyak menyediakan rumah tapak daripada apartemen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×