kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.005   24,00   0,13%
  • IDX 5.884   8,01   0,14%
  • KOMPAS100 764   -0,91   -0,12%
  • LQ45 580   -1,69   -0,29%
  • ISSI 205   0,95   0,46%
  • IDX30 328   -1,08   -0,33%
  • IDXHIDIV20 405   -1,71   -0,42%
  • IDX80 87   -0,18   -0,21%
  • IDXV30 110   -0,16   -0,14%
  • IDXQ30 106   -0,59   -0,55%

Permintaan Kredit Meningkat, BNI Enggan Revisi Rencana Bisnis 2022


Selasa, 26 April 2022 / 14:52 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama BNI Royke Tumilaar


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Anna Suci Perwitasari

BNI berhasil mencatatkan total baki kredit yang disalurkan sepanjang kuartal pertama 2022 tumbuh 5,8% yoy menjadi Rp 591,68 triliun. Royke menyatakan, posisi tersebut sudah lebih tinggi dari kondisi sebelum pandemi pada kuartal I-2020.

Royke menambahkan, BNI akan terus meningkatkan kinerja kredit dengan rentang pertumbuhan 7% hingga 10% pada tahun ini. Akselerasi kinerja ini akan sangat didukung oleh rencana penyaluran kredit lebih kuat dan berkualitas di semua segmen dan tren positif ekonomi makro seperti kegiatan ekonomi yang lebih terbuka, serta harga komoditas yang kuat.

"Kredit di segmen business banking masih menjadi motor akselerasi bisnis kredit BNI. Pertumbuhan ini terutama pembiayaan ke segmen Korporasi Swasta yang tumbuh 9,9% yoy menjadi Rp 193,2 triliun," ujarnya.

Ia merinci, segmen large commercial yang tumbuh 24,5% yoy menjadi Rp 46,1 triliun. Lalu segmen UMKM juga tumbuh 11,8% yoy dengan nilai kredit Rp 98 triliun.

Royke menyebut, secara keseluruhan kredit di sektor business banking ini tumbuh 4,8% yoy menjadi Rp 489,3 triliun. Kenaikan ekspansi kredit di seluruh segmen tersebut sejalan dengan kondisi perekonomian nasional yang juga sudah mulai pulih.

Baca Juga: Nilai Transaksi BNI Mobile Tembus Rp 175 triliun hingga Maret 2022

Sektor yang dibidik di segmen business banking adalah sektor perdagangan, infrastruktur, dan industri pengolahan. Bahkan, pembiayaan segmen hijau terus menunjukkan kebutuhan pembiayaan dengan ticket size besar sekaligus berkualitas. Hal ini dapat menjadi motor pendorong kredit sindikasi, salah satu penopang kredit korporasi Perseroan.

Dari sisi konsumer, kredit payroll dan kredit kepemilikan rumah membukukan penguatan kinerja positifnya pada awal tahun ini dengan pertumbuhan masing-masing 18,8% dan 8,4% secara yoy. Secara keseluruhan, kredit konsumer tumbuh 11,4% yoy.

"Hal ini dikarenakan brand consumer banking BNI yang terbentuk dengan baik sehingga mampu memberi daya saing yang sangat kuat dalam berkompetisi dengan peers untuk melayani kebutuhan pembiayaan konsumer masyarakat," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×