kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Persaingan Dana Makin Ketat, Allo Bank Andalkan Transaksi Digital untuk Jaga CASA


Jumat, 19 Juni 2026 / 16:34 WIB
Persaingan Dana Makin Ketat, Allo Bank Andalkan Transaksi Digital untuk Jaga CASA
ILUSTRASI. Allo Bank (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren suku bunga tinggi dan ketatnya persaingan likuiditas belum menggerus optimisme PT Allo Bank Indonesia Tbk dalam menjaga pertumbuhan dana murah atau current account savings account (CASA).

Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo mengatakan rasio CASA perseroan masih menunjukkan tren positif meski nasabah mulai lebih sensitif terhadap tingkat imbal hasil dan memiliki kecenderungan menempatkan dana pada instrumen deposito.

Menurutnya, aktivitas transaksi nasabah di platform digital tetap menjadi penopang utama pertumbuhan dana murah perseroan.

Baca Juga: Industri Asuransi Jiwa Stabil, Fokus Bergeser ke Sertifikasi dan Kualitas Agen

“Bagi kami, CASA bukan semata-mata fungsi dari suku bunga, melainkan hasil dari tingkat engagement nasabah. Semakin tinggi frekuensi transaksi dan semakin relevan layanan yang digunakan dalam keseharian nasabah, maka semakin besar kecenderungan dana untuk tetap berada dalam rekening tabungan maupun giro,” ujar Destya kepada Kontan, Jumat (19/6/2026).

Ia mengakui terdapat pergeseran sebagian dana nasabah ke deposito seiring tingkat bunga yang masih menarik. Namun, pergerakan tersebut dinilai masih dalam batas normal dan belum mengganggu struktur pendanaan bank.

“Terkait pergeseran dana, kami memang melihat adanya kecenderungan sebagian nasabah untuk mengoptimalkan pengelolaan dananya melalui deposito. Namun pergerakan tersebut masih dalam batas yang wajar dan merupakan dinamika yang lazim terjadi dalam siklus suku bunga,” katanya.

Di tengah persaingan likuiditas yang semakin ketat, tekanan terhadap biaya dana (cost of fund) juga dirasakan oleh Allo Bank. Meski demikian, perseroan mengklaim masih mampu mengelola biaya dana secara disiplin melalui kombinasi pertumbuhan dana ritel, optimalisasi komposisi pendanaan, dan pengelolaan likuiditas yang lebih efisien.

“Kompetisi likuiditas serta strategi pricing yang dilakukan berbagai pemain tentu memberikan dampak terhadap biaya penghimpunan dana. Namun hingga saat ini kami masih mampu mengelola cost of fund secara disiplin,” ujarnya.

Destya menambahkan, lingkungan suku bunga tinggi memang berpotensi menekan margin bunga bersih (net interest margin atau NIM). Namun, menurutnya profitabilitas bank tidak hanya ditentukan oleh NIM semata.

Baca Juga: Tingkatkan Penetrasi, BRI Insurance Sasar Pelaku Bisnis Ekonomi Kreatif

Ia menyebut kualitas aset, pertumbuhan kredit yang sehat, efisiensi operasional, hingga peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee based income) juga menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja keuangan.

“Peningkatan kualitas aset, pertumbuhan kredit yang sehat, efisiensi operasional, serta kontribusi fee-based income juga menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja keuangan secara keseluruhan,” katanya.

Hingga akhir tahun, Allo Bank tetap optimistis rasio CASA dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan secara bertahap. Perseroan menilai tantangan terbesar saat ini bukan sekadar menawarkan bunga yang kompetitif, melainkan menjadikan rekening Allo Bank sebagai rekening utama nasabah untuk bertransaksi sehari-hari.

Karena itu, strategi yang ditempuh tidak bertumpu pada perang bunga deposito, melainkan memperkuat ekosistem digital dan meningkatkan aktivitas transaksi nasabah.

Allo Bank berfokus memperluas penggunaan layanan pembayaran digital, QRIS, transfer, pembayaran tagihan (bill payment), serta berbagai fitur yang dapat meningkatkan frekuensi interaksi nasabah dengan aplikasi.

“Kami meyakini bahwa dana murah yang paling berkualitas adalah dana yang terbentuk dari aktivitas transaksi dan loyalitas nasabah. Oleh karena itu, fokus utama kami adalah membangun engagement yang lebih dalam dan berkelanjutan,” tutur Destya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...

Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×