kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Laba Toyota Astra Financial Tumbuh 24,79% Tembus Rp 482 Miliar per Semester I-2026


Senin, 03 Agustus 2026 / 18:38 WIB
Laba Toyota Astra Financial Tumbuh 24,79% Tembus Rp 482 Miliar per Semester I-2026
ILUSTRASI. Astra Financial Mengedepankan ACC-TAF di GIIAS 2026 (Dok/Astra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu unit bisnis pembiayaan Astra Financial, Toyota Astra Financial Services (TAFS), mencatatkan kinerja positif pada semester I-2026. Kinerja positif itu tercermin dari pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, TAFS mencatatkan laba bersih sebesar Rp 482,63 miliar pada semester I-2026. Nilainya tumbuh sebesar 24,79%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 386,75 miliar.

Financial Controller Division Head TAFS Lina menerangkan pertumbuhan laba perusahaan salah satunya tak terlepas dari pertumbuhan pembiayaan yang cukup baik. 

Baca Juga: Ekonom: Penyaluran Kredit Perbankan Bergeser ke Segmen Investasi

"Selain itu, perusahaan tetap menjaga kualitas piutang pembiayaan dengan secara proaktif melakukan prudent akuisisi dan better handling," ujarnya kepada Kontan, Senin (3/8/2026).

Jika ditelaah, pertumbuhan laba perusahaan juga ditopang pertumbuhan pendapatan. Adapun jumlah pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 2,35 triliun pada semester I-2026. Nilainya tumbuh 5,86%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,22 triliun. 

Kontributor utama pendapatan perusahaan pada semester I-2026 disumbang pos pembiayaan konsumen sebesar Rp 1,90 triliun. Nilainya tumbuh, 7,34%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,77 triliun. 

Lina bilang pertumbuhan pendapatan tersebut juga dipicu strategi TAFS yang berupaya untuk terus mempertahankan pangsa pasar di tengah persaingan bisnis yang makin ketat. Dia bilang perusahaan dengan konsisten memberikan produk dan pelayanan terbaik bagi konsumen.

Terpantau perusahan berhasil menjaga beban tak meningkat signifikan, sehingga perolehan laba bisa lebih optimal. Jumlah beban TAFS tercatat Rp 1,74 triliun pada semester I-2026. Nilainya hanya meningkat tipis sebesar 0,58%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,73 triliun.

Sementara itu, nilai aset, ekuitas, dan liabilitas perusahaan kompak tumbuh. Secara rinci, TAFS membukukan aset sebesar Rp 40,62 triliun pada semester I-2026. Nilainya bertumbuh 6,33%, jika dibandingkan pencapaian akhir tahun lalu yang sebesar Rp 38,20 triliun.

Jumlah liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 34,04 triliun pada semester I-2026. Nilainya tumbuh 4,83%, jika dibandingkan pencapaian pada akhir 2025 yang sebesar Rp 32,47 miliar.

Selanjutnya, ekuitas TAFS tercatat tumbuh 14,83%, dari Rp 5,73 triliun per akhir 2025 menjadi sebesar Rp 6,58 triliun pada semester I-2026. Adapun rasio Non Performing Financing perusahaan sebesar 0,42%. 

Baca Juga: Jasindo Syariah Andalkan Deposito dan Sukuk di Tengah Gejolak Pasar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×