kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.568   15,00   0,09%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pertumbuhan kredit investasi kurang optimal karena pelaku usaha wait and see


Selasa, 29 Mei 2018 / 18:47 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah perbankan


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) melihat pertumbuhan kredit investasi yang lambat di kuartal pertama terjadi karena pelaku usaha cenderung berhati-hati. Namun kredit diperkirakan bisa tumbuh lebih kencang pada kuartal III-2018.

Herry Sidharta, Wakil Direktur Utama BNI mengatakan kredit investasi banyak disalurkan ke sektor industri, listrik gas dan air. "Sektor yang tumbuh positif tertinggi secara yoy adalah konstruksi, seiring dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur yang masih terus berjalan," kata Herry kepada Kontan.co.id, Senin (29/5).

BNI mengakui pertumbuhan kredit investasi perbankan pada kuartal I-2018 mengalami perlambatan menjadi 6,1% yoy. Kredit investasi di BNI pada kuartal I-2018 juga tidak tumbuh terlalu tinggi yaitu 4,5% atau tidak terlalu berbeda dengan tahun lalu.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya pelaku usaha yang berhati-hati terhadap kondisi ekonomi dan kondisi pasar yang masih fluktuatif.

Fluktuatifnya kondisi pasar ini disebabkan karena depresisasi rupiah dan tekanan suku bunga. Hal ini karena pelaku usaha lebih memilih kondisi yang stabil untuk investasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×