kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Pertumbuhan kredit investasi kurang optimal karena pelaku usaha wait and see


Selasa, 29 Mei 2018 / 18:47 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah perbankan


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) melihat pertumbuhan kredit investasi yang lambat di kuartal pertama terjadi karena pelaku usaha cenderung berhati-hati. Namun kredit diperkirakan bisa tumbuh lebih kencang pada kuartal III-2018.

Herry Sidharta, Wakil Direktur Utama BNI mengatakan kredit investasi banyak disalurkan ke sektor industri, listrik gas dan air. "Sektor yang tumbuh positif tertinggi secara yoy adalah konstruksi, seiring dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur yang masih terus berjalan," kata Herry kepada Kontan.co.id, Senin (29/5).

BNI mengakui pertumbuhan kredit investasi perbankan pada kuartal I-2018 mengalami perlambatan menjadi 6,1% yoy. Kredit investasi di BNI pada kuartal I-2018 juga tidak tumbuh terlalu tinggi yaitu 4,5% atau tidak terlalu berbeda dengan tahun lalu.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya pelaku usaha yang berhati-hati terhadap kondisi ekonomi dan kondisi pasar yang masih fluktuatif.

Fluktuatifnya kondisi pasar ini disebabkan karena depresisasi rupiah dan tekanan suku bunga. Hal ini karena pelaku usaha lebih memilih kondisi yang stabil untuk investasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×