kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PPN DTP Diperpanjang, Asuransi Cakrawala Proteksi (ACPI) Sebut Tak Berdampak Banyak


Senin, 02 September 2024 / 21:44 WIB
PPN DTP Diperpanjang, Asuransi Cakrawala Proteksi (ACPI) Sebut Tak Berdampak Banyak
ILUSTRASI. Nicolaus Prawiro, Vice President Director Asuransi Cakrawala Proteksi / Dok.Pribadi


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia (ACPI) berharap pajak pertambahan nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) 100% bisa meningkatkan pendapatan premi asuransi.

Wakil Presiden Direktur ACPI, Nicolaus Prawiro mengharapkan kebijakan pemerintah terkait PPN DTP bisa meningkatkan pendapatan premi asuransi seiring dengan kenaikan pernjualan rumah. Meski begitu, ini tidak membuat perusahaan mengubah target perolehan preminya tahun ini.

"Saat ini kami tidak ada revisi target premi," kata Nico kepada Kontan, Jumat (30/8).

Baca Juga: Premi Asuransi Kesehatan ACPI Meningkat 53% pada Semester I-2024

ACPI masih tetap membidik target perolehan premi senilai Rp 1,65 triliun. Menurutya peraturan pemerintah terkait PPN DTP tidak akan memberi dampak signifikan.

Sejauh ini, sepanjang semester I-2024, premi perusahaan tercatat mencapai Rp 932 miliar atau sudah mencapai 56,5% dari target yang sudah ditetapkan.

"Upaya kami untuk capai target itu memaksimalkan bisnis dari multifinance, perbankan, dan broker," tambahnya.

Asal tahu saja, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian insentif PPN  DTP 100% untuk pembelian rumah dengan harga sampai Rp 5 miliar untuk periode September- Desember 2024. Semula kebijakan tersebut hanya berlaku sampai 30 Juli 2024. Rencananya selama semester II jumlah insentif yang diberikan hanya sekitar 50% saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×