Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi lini asuransi engineering atau rekayasa terkontraksi 14,1% secara tahunan atau Year on Year (YoY), menjadi sebesar Rp 2,37 triliun pada semester I-2026.
Di tengah kondisi lini asuransi engineering industri yang tertekan, kinerja lini asuransi engineering PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) justru mencatatkan kinerja positif.
Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia Linggawati Tok menerangkan pendapatan premi engineering perusahaan tercatat tumbuh 6,9% secara Year on Year (YoY) hingga Agustus 2026. Sayangnya, tak disebutkan angka yang dibukukan perusahaan.
Baca Juga: Kredit Bank Makin Kencang, Tembus Rp9.019 Triliun pada Agustus 2026
Linggawati hanya mengatakan pertumbuhan tersebut didukung keberhasilan perusahaan dalam menjaga portofolio existing.
"Sekaligus memanfaatkan peluang pada sektor-sektor yang masih aktif melakukan investasi dan pengembangan aset," katanya kepada Kontan, Kamis (24/9/2026).
Meski demikian, Linggawati mengakui bahwa kondisi pasar secara umum masih terpengaruh oleh berkurangnya proyek pembangunan baru, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, serta penurunan Transfer ke Daerah (TKD). Dia bilang pada akhirnya bisa berdampak pada melambatnya aktivitas konstruksi dan infrastruktur di berbagai wilayah.
Lebih lanjut, Linggawati menilai peluang pertumbuhan lini asuransi engineering masih terbuka hingga akhir 2026. Dia bilang optimisme tersebut didukung oleh masih kuatnya investasi dan aktivitas manufaktur nasional.
"Kondisi itu menunjukkan masih adanya kebutuhan pembangunan pabrik, gudang, fasilitas produksi, serta instalasi mesin yang menjadi sumber bisnis lini engineering," tuturnya.
Selain itu, Linggawati mengatakan portofolio GEGI lebih berfokus pada proyek-proyek Small and Medium Enterprises (SME), serta sektor industri dibandingkan proyek infrastruktur maupun energi skala besar. Dengan demikian, peluang pertumbuhan masih cukup terjaga di tengah perlambatan beberapa proyek pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














