kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45897,40   -11,14   -1.23%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Premi asuransi rekayasa masih ditopang proyek-proyek besar


Senin, 26 Agustus 2019 / 16:37 WIB
Premi asuransi rekayasa masih ditopang proyek-proyek besar
ILUSTRASI. Pertumbuhan bisnis infrastruktur


Reporter: Agustinus Respati | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi asuransi rekayasa pada semester I-2019 sebesar Rp 1,35 triliun. Pendapatan premi tersebut melonjak dari jumlahnya di semester I 2018 yakni Rp 838,60 miliar.

Dengan selisih Rp 512,14 miliar, premi asuransi rekayasa alias asuransi engineering tumbuh 61,6% secara yoy. Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif AAUI, Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menjelaskan asuransi rekayasa (engineering insurance) memiliki potensi pertumbuhan bisnis di semester II 2019.

Baca Juga: Perusahaan asuransi China beri saran atasi defisit BPJS Kesehatan, ini kata Luhut

Pasalnya proyek-proyek pemerintah termasuk infrastruktur juga tetap menjadi prioritas. "Seperti halnya semester satu kemarin, pembangunan jalan, jembatan, dermaga, airport, dan sarana air minum menjadi proyek prioritas. Semuanya pasti memerlukan dukungan asuransi," terang dia.

Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menyebut, banyak proyek besar infrastruktur di awal 2019. Ambil contoh, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jati Luhur dan Semarang Barat, juga jalan tol Yogyakarta-Bawen dan Inland Waterways Cikarang.

Semuanya proyek tersebut menyokong tumbuhnya premi asuransi rekayasa.

Baca Juga: Ditopang kredit Asuransi, Askrindo mengaku hati-hati dalam memilih nasabah

Perihal rencana pemerintah mendorong percepatan sepuluh destinasi Bali Baru, dirinya belum dapat informasi detail. Dody menjelaskan, pada prinsipnya proyek pemerintah selalu mensyaratkan adanya cover asuransi. "Tidak hanya proyek infrastruktur, tapi juga proyek-proyek lainnya," tutup dia.

Asal tahu, AAUI mencatat terdapat 223 proyek dan 3 program proyek strategis nasional (PSN) dengan nilai total investasi Rp 4,18 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×