Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |
JAKARTA. Kesadaran masyarakat akan asuransi jiwa terlihat sedikit meningkat. Buktinya, premi baru asuransi jiwa mengalami peningkatan 11,28% tahun lalu.
"Pertumbuhan premi industri tetap positif," jelas Ketua Bidang Aktuaria dan Riset Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Maryoso Sumaryono, di The Plaza, Jumat, (3/5).
Pada 2012, premi baru yang dibukukan oleh 47 perusahaan asuransi jiwa adalah Rp 75 triliun. Ini meningkat dari tahun sebelumnya Rp 67,4 triliun.
Kemudian, premi lanjutan mengalami pertumbuhan sebesar 32%. Premi yang dicatat yaitu Rp 24,7 triliun pada 2011. Ini naik ke posisi Rp 32,7 triliun di akhir tahun kemarin.
Maryoso mengatakan bahwa premi bisnis baru menyumbang 68% dari pendapatan total premi. Sedangkan, premi lanjutan berkontribusi 32%. Berarti, total premi yang dibukukan asuransi umum tahun kemarin adalah Rp 107,7 triliun.
Dalam portfolio premi baru, produk tradisional berkontribusi sekitar 52%. Lalu selebihnya 48% merupakan produk unit link. Namun bila dilihat dari premi lanjutan, unit link memiliki porsi sedikit lebih besar yaitu 62% dan tradisional yakni 38% terhadap total premi.
Dari total premi yang dibukukan tersebut, membuat pendapatan perusahaan asuransi jiwa mengalami pertumbuhan cukup baik yakni 20,65%. Tahun 2012, keuntungan yang diraup yakni Rp 133,1 triliun. Sedangkan di tahun sebelumnya yaitu Rp 110,3 triliun.
Padahal, total tertanggung mengalami penurunan 8,12% dari 49,8 juta orang menjadi 45,7 juta orang. Ini diakibatkan merosotnya total tertanggung kumpulan sebesar 14,8% dari 40,8 juta orang ke posisi 34,7 juta orang. Untungnya, total tertanggung individu mengalami kenaikan 22,1% dari sebelumnya 8,9 juta orang ke posisi 10,9 juta orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













