kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Premi baru asuransi jiwa meningkat 11,28%


Jumat, 03 Mei 2013 / 09:55 WIB
ILUSTRASI. Pilihan buat cewe yang punya adrenalin tinggi, cek harga sepeda gunung Polygon Cleo 2


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. Kesadaran masyarakat akan asuransi jiwa terlihat sedikit meningkat. Buktinya, premi baru asuransi jiwa mengalami peningkatan 11,28% tahun lalu.

"Pertumbuhan premi industri tetap positif," jelas Ketua Bidang Aktuaria dan Riset Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Maryoso Sumaryono, di The Plaza, Jumat, (3/5).

Pada 2012, premi baru yang dibukukan oleh 47 perusahaan asuransi jiwa adalah Rp 75 triliun. Ini meningkat dari tahun sebelumnya Rp 67,4 triliun.

Kemudian, premi lanjutan mengalami pertumbuhan sebesar 32%. Premi yang dicatat yaitu Rp 24,7 triliun pada 2011. Ini naik ke posisi Rp 32,7 triliun di akhir tahun kemarin.

Maryoso mengatakan bahwa premi bisnis baru menyumbang 68% dari pendapatan total premi. Sedangkan, premi lanjutan berkontribusi 32%. Berarti, total premi yang dibukukan asuransi umum tahun kemarin adalah Rp 107,7 triliun.

Dalam portfolio premi baru, produk tradisional berkontribusi sekitar 52%. Lalu selebihnya 48% merupakan produk unit link. Namun bila dilihat dari premi lanjutan, unit link memiliki porsi sedikit lebih besar yaitu 62% dan tradisional yakni 38% terhadap total premi.

Dari total premi yang dibukukan tersebut, membuat pendapatan perusahaan asuransi jiwa mengalami pertumbuhan cukup baik yakni 20,65%. Tahun 2012, keuntungan yang diraup yakni Rp 133,1 triliun. Sedangkan di tahun sebelumnya yaitu Rp 110,3 triliun.

Padahal, total tertanggung mengalami penurunan 8,12% dari 49,8 juta orang menjadi 45,7 juta orang. Ini diakibatkan merosotnya total tertanggung kumpulan sebesar 14,8% dari 40,8 juta orang ke posisi 34,7 juta orang. Untungnya, total tertanggung individu mengalami kenaikan 22,1% dari sebelumnya 8,9 juta orang ke posisi 10,9 juta orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×