kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Premi bruto Asuransi Jasa Tania turun 3,7% di kuartal III-2018, ini penyebabnya


Kamis, 22 November 2018 / 22:39 WIB
Premi bruto Asuransi Jasa Tania turun 3,7% di kuartal III-2018, ini penyebabnya
ILUSTRASI. Jajaran Direksi dan Komisaris PT Asuransi Jasa Tania Tbk

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasa Tania Tbk (ASJT) mencatatkan premi bruto sebesar Rp 195,79 miliar di kuartal III-2018. Premi ini turun 3,7% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 203,44 miliar.

Direktur Utama PT Asuransi Jasa Tania Tbk Basran Damanik mengatakan penurunan premi bruto ini lantaran biaya produksi bisnis nasbah yang cenderung meningkat, Alhasil, pembayaran premi juga cenderung ditarik semakinpanjang.


Pada polisnya ASJT sudah mempunyai kebijakan maksimal enam bulan. "Tapi kondisi yang terjadi di lapangan berbeda, sebagian nasabah meminta jangka waktu sembilan sampai 10 bulan. Tetapi, tidak semua permohonan nasabah tersebut dikabulkan tergantung dari pertimbangan ASJT," kata Basran kepada Kontan.co.id Kamis (22/11).

Berdasarkan data ASJT, klaim sejak awal tahun sampai akhir September 2018 mencapai Rp 83,572 miliar. Jika diakumulasikan klaim ASJT sekitar 57,3% dari total premi brutonya. Nilai tersebut lebih besar dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 60,400 miliar, atau sekitar 29,1% jumlah premi brutonya.

Sementara itu, ada tiga produk asuransi ASJT yang memberikan kontribusi premi paling tinggi. Pertama, asuransi properti mampu menyumbang Rp 89,696 miliar. Kedua, asuransi engineering yang memberikan Rp 34,295 miliar. Ketiga, asuransi marine hull yang berkontribusi sebesar Rp 22,238 miliar.

Damanik optimistis sampai dengan akhir tahun 2018 premi bruto bisa mencapai Rp 272,41 miliar atau sama dengan tahun lalu yakni Rp 272,38 miliar. 

Ia menjelaskan ASJT tidak ingin memberikan target berlebih. Hal ini berkaca dari capaian ASTJ sampai saat ini yang masih tertinggal dari tahun sebelumnya. Selain itu, sentimen dari kondisi terakhir 2018 pasar modal yang menurun. 

Sementara itu, untuk tahun depan, ASJT menargetkan premi brutonya naik 7% atau sekitar Rp 292,4 miliar.

“Karena tahun depan adalah tahun politik, jadi kami tidak terlalu memasak target yang signifikan,” kata Damanik (22/11). 

Untuk mencapai target premi 2019 caranya adalah dengan memaksimalkan ketiga produk unggulan ASJT. Selain itu, produk-produk asuransi yang belum berkontribusi secara besar seperti kesehatan, tanaman, dan ternak juga mulai difokuskan. Karena segmentasi asuransi bidang tersebut belum banyak pesaingnya sehingga cukup memiliki potensi bisnis yang baik.




TERBARU

Close [X]
×