kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Premi dan Klaim Sejumlah Perusahaan Asuransi Umum Catatkan Kenaikan


Jumat, 06 Oktober 2023 / 07:00 WIB
Premi dan Klaim Sejumlah Perusahaan Asuransi Umum Catatkan Kenaikan


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah perusahaan asuransi umum mencatatkan kenaikan premi dan klaim per Agustus 2023.

Hal itu juga senada dengan data yang ditunjukkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa pendapatan premi asuransi umum telah mencapai Rp 65,28 triliun per Agustus 2023, atau naik dari Rp 59,69 triliun per Agustus 2022.

Adapun jumlah beban klaim neto asuransi umum per Agustus 2023 juga naik menjadi Rp 19,74 triliun dari Rp 15,63 triliun per Agustus 2022. 

Salah satu yang mengalami kenaikan premi dan klaim, yakni PT Asuransi Simas Insurtech atau Simas Insurtech. Terkait hal itu, Direktur Utama Asuransi Simas Insurtech Teguh Aria Djana menyebut nilai premi Agustus 2023 mengalami kenaikan sebesar 78%, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Adapun GPW Agustus 2022 sebesar Rp 620,7 miliar meningkat jadi Rp 1,1 triliun per Agustus 2023," ucapnya kepada KONTAN.CO.ID, Kamis (5/10).

Teguh menjelaskan penyebab kenaikan yang cukup signifikan tersebut disebabkan makin banyaknya kerja sama affinity, khususnya dengan broker insurtech, e-commerce, dan fintech, untuk produk motor vehicle, comprehensive liability, dan kredit.

Baca Juga: AAUI Proyeksikan Kenaikan Premi dan Klaim Masih Berlanjut hingga Akhir 2023

Dia menyampaikan klaim juga meningkat menjadi Rp 610,6 miliar pada Agustus 2023 dari Rp 303,6 miliar pada Agustus 2022. Teguh mengatakan kenaikan klaim terjadi pada motor vehicle dan comprehensive liability. Meskipun demikian, diimbangi juga dengan kenaikan premi gross yang tinggi.

Teguh menerangkan Simas Insurtech menargetkan premi hingga akhir tahun mencapai Rp 1,2 triliun. Dia mengatakan strategi untuk mencapai target tersebut, yakni dengan tetap mempertahankan bisnis saat ini yang berfokus terhadap customer journey dengan melakukan berbagai macam improvement di proses klaim yang lebih cepat dan mudah.

"Selain itu, terus memperbanyak kerja sama affinity untuk memanfaatkan partner sebagai distribution channel dan terus mengeksplorasi produk-produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan gaya hidup masyarakat terkini," kata Teguh.

Sama seperti Simas Insurtech, PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) juga mengalami kenaikan untuk pendapatan premi dan klaim per Agustus 2023. Terkait hal itu, Presiden Direktur Aswata Christian Wanandi menerangkan premi per Agustus 2023 naik sebesar 8% menjadi Rp 1,4 triliun.

Baca Juga: Pendapatan Premi dan Klaim Aswata Naik Tipis Per Agustus 2023

"Untuk pertumbuhan premi naik karena fokus bisnis dan strategi bisnis Aswata yang tepat," ucapnya kepada KONTAN.CO.ID, Kamis (5/10).

Sementara itu, Christian menyampaikan klaim juga mengalami kenaikan sekitar 4% menjadi Rp 650 miliar per Agustus 2023. Dia pun menyampaikan pertumbuhan klaim terjadi di COB motor vehicle dan konstruksi. Adapun Aswata menargetkan pendapatan premi hingga akhir tahun ini sebesar Rp 2,3 triliun. 

Di sisi lain, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memproyeksikan kenaikan premi dan klaim industri asuransi masih akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Direktur Eksekutif AAUI Bern Dwiyanto mengatakan hal itu disebabkan sejumlah faktor.

"Melihat pertumbuhan perekonomian nasional yang bisa ditahan sekitar 5%. Selain itu, klaim-klaim periode lalu yang mulai dibayarkan pada periode ini dan selanjutnya," ucapnya kepada KONTAN.CO.ID, Kamis (5/10). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×