kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.135   100,00   0,55%
  • IDX 5.912   39,07   0,67%
  • KOMPAS100 769   5,82   0,76%
  • LQ45 587   4,49   0,77%
  • ISSI 203   0,67   0,33%
  • IDX30 333   2,19   0,66%
  • IDXHIDIV20 411   0,93   0,23%
  • IDX80 88   0,82   0,94%
  • IDXV30 111   0,16   0,14%
  • IDXQ30 107   0,26   0,24%

Laju Pertumbuhan Asuransi Syariah Diprediksi Lebih Moderat pada Semester II-2026


Kamis, 09 Juli 2026 / 17:06 WIB
Laju Pertumbuhan Asuransi Syariah Diprediksi Lebih Moderat pada Semester II-2026
ILUSTRASI. Peluang Pasar Asuransi Syariah Masih Sangat Besar untuk Bertumbuh (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri asuransi syariah diperkirakan masih mencatatkan pertumbuhan positif pada paruh kedua 2026.

Meski begitu, Pengamat Asuransi Wahyudin Rahman memprediksi laju pertumbuhannya akan lebih moderat.

"Prospek tetap positif, meskipun pertumbuhannya diperkirakan lebih moderat," ujarnya kepada Kontan, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, prospek permintaan produk asuransi syariah tetap cukup terjaga. Hal ini ditopang oleh pemulihan ekonomi domestik, penguatan ekosistem keuangan syariah, dan inovasi produk dan digitalisasi kanal distribusi yang terus berkembang.

Baca Juga: Prospek Industri Asuransi Syariah Dinilai Masih Positif Usai Kewajiban Spin Off UUS

Meski begitu, ia mengingatkan kalau industri asuransi syariah perlu mewaspadai sejumlah tantangan. Terutama tekanan terhadap daya beli masyarakat dan ketidakpastian ekonomi global yang berpotensi memengaruhi laju pertumbuhan bisnis.

Di samping itu, Wahyudin menilai ruang pertumbuhan industri asuransi syariah juga masih terbuka lebar. Pasalnya, pangsa pasar asuransi syariah saat ini baru sekitar 3,9% dari total kontribusi industri asuransi nasional sehingga potensinya masih cukup besar untuk terus dikembangkan.

Adapun menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kontribusi asuransi syariah secara industri tercatat meningkat 18,10% menjadi Rp9,15 triliun pada Mei 2026.

Baca Juga: Hasil Investasi Tertekan, OJK Minta Asuransi Syariah Perkuat Manajemen Risiko

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×