Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri asuransi syariah diperkirakan masih mencatatkan pertumbuhan positif pada paruh kedua 2026.
Meski begitu, Pengamat Asuransi Wahyudin Rahman memprediksi laju pertumbuhannya akan lebih moderat.
"Prospek tetap positif, meskipun pertumbuhannya diperkirakan lebih moderat," ujarnya kepada Kontan, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, prospek permintaan produk asuransi syariah tetap cukup terjaga. Hal ini ditopang oleh pemulihan ekonomi domestik, penguatan ekosistem keuangan syariah, dan inovasi produk dan digitalisasi kanal distribusi yang terus berkembang.
Baca Juga: Prospek Industri Asuransi Syariah Dinilai Masih Positif Usai Kewajiban Spin Off UUS
Meski begitu, ia mengingatkan kalau industri asuransi syariah perlu mewaspadai sejumlah tantangan. Terutama tekanan terhadap daya beli masyarakat dan ketidakpastian ekonomi global yang berpotensi memengaruhi laju pertumbuhan bisnis.
Di samping itu, Wahyudin menilai ruang pertumbuhan industri asuransi syariah juga masih terbuka lebar. Pasalnya, pangsa pasar asuransi syariah saat ini baru sekitar 3,9% dari total kontribusi industri asuransi nasional sehingga potensinya masih cukup besar untuk terus dikembangkan.
Adapun menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kontribusi asuransi syariah secara industri tercatat meningkat 18,10% menjadi Rp9,15 triliun pada Mei 2026.
Baca Juga: Hasil Investasi Tertekan, OJK Minta Asuransi Syariah Perkuat Manajemen Risiko
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














