kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Prospek pembiayaan alat berat masih cukup berat tahun ini


Selasa, 21 Januari 2020 / 18:15 WIB
Prospek pembiayaan alat berat masih cukup berat tahun ini
ILUSTRASI. Ketua APPI Suwandi Wiratno memprediksi di tahun ini pembiayaan alat berat masih sulit untuk tumbuh.

Reporter: Ahmad Ghifari | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri multifinance mengalami tekanan berat pada 2019 lalu. Hal ini tak terlepas dari ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang memanas.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang W. Budiawan mengatakan, sektor IKNB sangat dipengaruhi volatilitas kondisi global tersebut, terutama untuk pembiayaan alat berat yang masih sangat sensitif dengan harga komoditas global.

"Pertumbuhan industri pembiayaan pada tahun 2019 masih mengalami peningkatan yang cukup baik walaupun industri mengalami tekanan eksternal yang cukup berat, kondisi industri multifinance pada 2020 ini belum sepenuhnya membaik,"Kata Bambang kepada Kontan.co.id.

Baca Juga: Tahun ini, Buana Finance targetkan pembiayaan alat berat Rp 1 triliun

Bambang bilang, dalam periode tiga tahun terakhir menjadi masa-masa sulit bagi industri pembiayaan, terutama bagi perusahaan yang bergerak di pembiayaan alat-alat berat mengingat harga komoditas sektor pertambangan masih belum terlihat menggeliat.

Tahun ini, industri pembiayaan diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan piutang pembiayaan dan penyediaan aspek perlindungan konsumen, sehingga dengan sendirinya akan tercipta market confidence terhadap industri pembiayaan yang dapat berdampak pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

"OJK menaruh harapan dan keyakinan yang sangat besar terhadap industri pembiayaan untuk terus tumbuh secara sehat dan kredibel, serta memiliki daya tahan terhadap krisis," tambah Bambang.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno memprediksi di tahun ini pembiayaan alat berat masih sulit untuk tumbuh.

"Sebenarnya yang menjadi andalan multifinance selain sektor otomotif yaitu alat berat. Namun di tahun ini sektor alat berat kemungkinan masih belum tumbuh," kata Suwandi.

Baca Juga: Larangan sita jaminan fidusia secara paksa, bisa menekan bisnis multifinance

Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan alat berat per November 2019 tercatat sebesar Rp 36,49 triliun atau turun 3,75% dibandingkan pada November 2018 yang tercatat Rp 37,86 triliun.




TERBARU

Close [X]
×