kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Proyek infrastruktur belum kerek pembiayaan CSUL


Selasa, 23 Agustus 2016 / 22:48 WIB


Reporter: Dina Farisah | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Ambisi pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur belum berdampak signifikan bagi perusahaan pembiayaan alat berat. PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL) masih berharap pada perbaikan harga komoditas.

Direktur Utama PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL) Suwandi Wiratno Siahaan mengatakan, meskipun saat ini pemerintah tengah gencar-gencarnya melakukan pembangunan infrastruktur, namun hal ini belum berdampak positif bagi CSUL.

"Sebab, pemerintah membeli alat berat secara tunai, bukan dengan mekanisme pembiayaan. Untuk itu, kami mengandalkan pembiayaan roda empat yang memiliki porsi 20% hingga 25% dari total portofolio pembiayaan," ungkap Suwandi.

Pembiayaan roda empat ini cukup berkontribusi menopang kinerja selama pembiayaan alat berat sektor pertambangan kurang bergairah. Selain itu, ada pula sebagian kecil pembiayaan multiguna usaha berupa alat-alat kesehatan. Lagi-lagi, kontribusi pembiayaan alat kesehatan masih sangat kecil lantaran sebagian besar rumah sakit membeli secara tunai.

Sejak awal tahun ini, CSUL mulai bergerak masuk pada pembiayaan alat kesehatan seperti CT Scan dan MRI. Pihaknya melakukan diskusi dengan Toshiba selaku salah satu perusahaan yang memproduksi CT Scan.

"Tahun ini, porsi pembiayaan multiguna di Chandra Sakti sebesar 20% dari total portofolio," pungkas Suwandi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×