CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Gandeng Muhammadiyah, CRIF Bantu Bangun Rekam Jejak Kredit Masyarakat


Selasa, 21 Juli 2026 / 18:28 WIB
Gandeng Muhammadiyah, CRIF Bantu Bangun Rekam Jejak Kredit Masyarakat
ILUSTRASI. Biro Kredit CLIK dan AFPI Himbau Masyarakat Waspadai Aktivitas Fintech Lending Digital (Dok/PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK) )


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum terjangkau layanan keuangan formal (unbanked). Penyebabnya mereka belum memiliki rekam jejak data keuangan yang memadai.

Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pembiayaan.

PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK) menilai, upaya mengatasi persoalan tersebut memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki jangkauan luas di masyarakat.

Maka, lembaga biro kredit itu menggandeng Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang memiliki jaringan pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan juga menyalurkan donasi kepada MPKS PP Muhammadiyah.  Lembaga informasi keuangan yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut menjelaskan, kerjasama itu upaya meningkatkan literasi data dan keuangan agar lebih banyak masyarakat memiliki rekam jejak kredit yang dapat mendukung akses terhadap pembiayaan.

Baca Juga: BI Lihat Sinyal Pelonggaran Kredit Perbankan pada Kuartal III-2026, Ini Rinciannya

Direktur Komersial dan Bisnis PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan, Lucky Herviana menjelaskan, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum terlihat dalam sistem keuangan formal karena keterbatasan data.

"Kami ingin membantu mereka membangun rekam jejak kredit yang lebih baik. Sehingga kesempatan  mengakses pembiayaan sesuai kemampuan dan kebutuhan bisa terwujud. Inilah langkah penting untuk mewujudkan ekosistem perkreditan yang lebih inklusif," ujar Lucky, dalam keterangannya, Senin (20/7). 

Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah, Jasra Putra berharap, kolaborasi dengan sektor swasta memperkuat pengembangan layanan sosial Muhammadiyah. Sehingga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dan menjawab kebutuhan yang terus berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×