kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Gandeng Muhammadiyah, CRIF Bantu Bangun Rekam Jejak Kredit Masyarakat


Selasa, 21 Juli 2026 / 18:28 WIB
Gandeng Muhammadiyah, CRIF Bantu Bangun Rekam Jejak Kredit Masyarakat
ILUSTRASI. Biro Kredit CLIK dan AFPI Himbau Masyarakat Waspadai Aktivitas Fintech Lending Digital (Dok/PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK) )


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum terjangkau layanan keuangan formal (unbanked). Penyebabnya mereka belum memiliki rekam jejak data keuangan yang memadai.

Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pembiayaan.

PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK) menilai, upaya mengatasi persoalan tersebut memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki jangkauan luas di masyarakat.

Maka, lembaga biro kredit itu menggandeng Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang memiliki jaringan pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan juga menyalurkan donasi kepada MPKS PP Muhammadiyah.  Lembaga informasi keuangan yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut menjelaskan, kerjasama itu upaya meningkatkan literasi data dan keuangan agar lebih banyak masyarakat memiliki rekam jejak kredit yang dapat mendukung akses terhadap pembiayaan.

Baca Juga: BI Lihat Sinyal Pelonggaran Kredit Perbankan pada Kuartal III-2026, Ini Rinciannya

Direktur Komersial dan Bisnis PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan, Lucky Herviana menjelaskan, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum terlihat dalam sistem keuangan formal karena keterbatasan data.

"Kami ingin membantu mereka membangun rekam jejak kredit yang lebih baik. Sehingga kesempatan  mengakses pembiayaan sesuai kemampuan dan kebutuhan bisa terwujud. Inilah langkah penting untuk mewujudkan ekosistem perkreditan yang lebih inklusif," ujar Lucky, dalam keterangannya, Senin (20/7). 

Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah, Jasra Putra berharap, kolaborasi dengan sektor swasta memperkuat pengembangan layanan sosial Muhammadiyah. Sehingga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dan menjawab kebutuhan yang terus berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×