CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Penyaluran KPR Subsidi dan KUR Perumahan BRI Capai Rp 13,8 Triliun hingga Juni 2026


Selasa, 21 Juli 2026 / 16:50 WIB
Penyaluran KPR Subsidi dan KUR Perumahan BRI Capai Rp 13,8 Triliun hingga Juni 2026
ILUSTRASI. Kontan - BRI Kilas Online (Dok. BRI/BRI)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) optimistis mampu melampaui target penyaluran kredit perumahan bersubsidi hingga akhir 2026.

Hingga Juni 2026, realisasi penyaluran KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan telah mencapai Rp 13,8 triliun atau sekitar 63% dari target yang diberikan pemerintah.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, BRI mendapat target penyaluran sebesar Rp 22 triliun, terdiri dari Rp 10 triliun untuk KPR FLPP dan Rp 12 triliun untuk KUR Perumahan.

Baca Juga: Kenaikan Harga Obat Jadi Tantangan Industri Asuransi Kesehatan

"Dari total target tersebut, sampai Juni kami sudah menyalurkan sekitar Rp 13,8 triliun atau sekitar 63% dari target. Karena ini baru bulan Juli, kami optimistis hingga akhir tahun pencapaiannya bisa lebih dari 100%," ujar Hery di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Hery merinci, penyaluran KUR Perumahan telah mencapai sekitar 89% dari target yang diberikan kepada BRI. Tingginya realisasi tersebut bahkan membuat pemerintah berencana kembali menaikkan target penyaluran KUR Perumahan bagi BRI.

Sementara itu, realisasi penyaluran KPR FLPP baru mencapai sekitar 32% dari target Rp 10 triliun.

Secara nasional, pemerintah menargetkan penyaluran pembiayaan perumahan bersubsidi sebesar Rp 95 triliun pada tahun ini. Target tersebut terdiri dari Rp 45 triliun untuk KPR FLPP dan Rp 50 triliun untuk KUR Perumahan, yang naik dari target sebelumnya sebesar Rp 36 triliun.

Menurut Hery, tingginya realisasi KUR Perumahan tidak terlepas dari strategi perseroan yang aktif menjangkau sisi penawaran (supply) maupun permintaan (demand).

Baca Juga: Pefindo Beri Rating idAAA ke Pegadaian, Termasuk Obligasi dan Sukuk

Di sisi penawaran, BRI menggandeng kontraktor, pengembang (developer), hingga toko bangunan untuk memperluas pemanfaatan KUR Perumahan. Sementara dari sisi permintaan, perseroan secara rutin menggelar sosialisasi kepada masyarakat di berbagai daerah.

"Program ini berjalan sangat baik karena kami menggarap sisi supply dan demand secara bersamaan. Itu yang membuat penyerapannya tinggi," katanya.

Hery mengungkapkan, salah satu kegiatan sosialisasi di Kota Bandung pekan lalu berhasil mencatat potensi penyaluran KUR Perumahan lebih dari Rp 400 miliar dengan diikuti hampir 2.000 calon debitur.

Bahkan, pada kegiatan serupa di Kota Malang, Batu, dan  Blitar potensi pembiayaan yang tercatat mencapai sekitar Rp 530 miliar.

Ke depan, BRI menargetkan potensi penyaluran yang lebih besar lagi.

Hery menambahkan, pemerintah juga terus memberikan perhatian terhadap percepatan penyaluran KUR Perumahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×