Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inflasi medis yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir turut menekan kinerja asuransi kesehatan di industri asuransi. Otoritas Jasa Keuangan (Otoritas Jasa Keuangan) memperkirakan fenomena inflasi medis masih menjadi salah satu tantangan utama bagi industri asuransi kesehatan pada tahun ini.
Mengenai hal itu, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) melihat adanya fenomena kenaikan inflasi medis juga turut memengaruhi kenaikan klaim kesehatan.
Hal itu juga yang dialami Prudential Indonesia yang mengalami kondisi peningkatan angka klaim kesehatan dalam beberapa tahun terakhir. Sayangnya, tak diungkapkan nilai kenaikan klaim kesehatan yang terjadi.
"Untuk Prudential Indonesia sendiri, berdasarkan catatan kami, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir angka klaim kesehatan yang dibayarkan mengalami peningkatan setiap tahunnya," ucap Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth kepada KONTAN.CO.ID, Sabtu (11/4/2026).
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut ke depannya, Yosie mengatakan Prudential Indonesia menerapkan sejumlah upaya. Dia bilang perusahaan akan melihat data klaim yang diterima dari seluruh rumah sakit yang bekerja sama dan menganalisis rata-rata harga yang ditetapkan oleh rumah sakit.
Baca Juga: OJK Sebut Tagihan Lender Berstatus Tidak Terverifikasi Masih Dianalisis Tim Likuidasi
"Dengan demikian, kami dapat mengontrol agar harga yang dibebankan ke nasabah kami adalah harga yang wajar dan sesuai clinical pathway," tuturnya.
Yosie menyebut kontrol terhadap biaya medis menjadi penting agar perusahaan tetap bisa menjaga keseimbangan rasio klaim kesehatan di tengah inflasi medis yang terus meningkat setiap tahunnya.
Selain itu, Yosie mengatakan inisiatif lain yang dilakukan dalam mengontrol biaya medis yakni mengoptimalkan fungsi jaringan PRUPriority Hospitals, yang memberikan transparansi estimasi biaya perawatan sesuai jalur klinis yang berlaku di rumah sakit.
Meski ada berbagai tantangan, Yosie optimistis bisnis lini asuransi kesehatan masih berpotensi tumbuh tahun ini. Dia mengatakan optimisme itu muncul karena melihat masih banyaknya peluang yang bisa dimanfaatkan.
Yosie menerangkan pascapandemi Covid-19, kesadaran masyarakat terhadap asuransi kesehatan meningkat yang diakibatkan oleh pengalaman selama pandemi, sehingga akhirnya mendorong masyarakat mencari perlindungan finansial dan akses layanan kesehatan.
Baca Juga: Ciputra Life Sebut Tertekannya IHSG dan SBN Turut Pengaruhi Investasi
Oleh karena itu, dia melihat adanya peluang untuk meningkatkan penetrasi pasar dan memberikan solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya perlindungan kesehatan.
"Kondisi itu yang menumbuhkan optimisme kami bahwa asuransi kesehatan masih berpeluang untuk tumbuh," katanya.
Berdasarkan laporan keuangan di situs resmi perusahaan, Prudential mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 3,68 triliun per Februari 2026. Adapun klaim atau manfaat yang dibayarkan mencapai Rp 1,27 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News










