kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Prudential Soroti Pentingnya Deteksi Dini Kesehatan


Minggu, 04 Oktober 2026 / 12:38 WIB
Prudential Soroti Pentingnya Deteksi Dini Kesehatan
ILUSTRASI. Prudential Syariah Rayakan Milad Ketiga dengan Peningkatan Layanan (Dok/Prudential Syariah)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebiasaan menunda pemeriksaan kesehatan masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk untuk penyakit pernapasan. Studi Prudential plc bersama Economist Impact menunjukkan, 9 dari 10 responden mengaku pernah menunda perawatan, dengan hampir separuh melakukannya berulang kali.

Keterlambatan pemeriksaan dapat membuat penyakit terdeteksi pada kondisi lebih serius. Lebih dari 80% pasien kanker, misalnya, baru terdiagnosis pada stadium tiga atau empat. Pada TBC, keterlambatan diagnosis juga berpotensi memperpanjang masa penularan.

Biaya menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat menunda perawatan. WHO mencatat sekitar 26,6% masyarakat Indonesia masih menghadapi tantangan dalam membiayai layanan kesehatan pada 2025.

Pengeluaran kesehatan langsung dari kantong masyarakat diperkirakan mencapai Rp175 triliun dan berisiko membuat 12,8 juta penduduk jatuh miskin akibat beban biaya kesehatan.

Baca Juga: Strategi Prudential Syariah Memperkuat Ekosistem Proteksi Kesehatan

Tekanan biaya juga meningkat seiring naiknya kebutuhan perawatan penyakit pernapasan. Data industri asuransi menunjukkan rata-rata biaya perawatan penyakit pernapasan melonjak 106,3%, dari Rp49,9 juta pada 2023 menjadi Rp103 juta pada 2025.

Karena itu, menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan deteksi dini perlu diiringi dengan kesiapan finansial. Perlindungan kesehatan menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan untuk menghadapi risiko biaya medis yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Yosie William Iroth, Chief Health Officer Prudential Indonesia, mengatakan tingginya biaya pengobatan membuat perlindungan kesehatan menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan keluarga. “Produk asuransi kesehatan perlu memberikan perlindungan sekaligus pendampingan kepada nasabah di setiap tahapan kehidupan,”kata Yosie dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).

Baca Juga: Premi Asuransi Kumpulan Naik 11% pada Semester I-2026, Ini Kata Prudential Indonesia

Melalui tema “Janji, Jadi Nyata”, Prudential Indonesia menghadirkan layanan yang mencakup upaya promotif, preventif, deteksi dini hingga dukungan saat nasabah membutuhkan perawatan.

Sepanjang Januari-Agustus 2026, sebanyak 4.570 nasabah, tenaga pemasar, dan karyawan mengikuti mini medical check-up gratis melalui kolaborasi dengan jaringan PRUPriority Hospitals. Sementara melalui program PRUActive, Prudential Indonesia telah mengajak lebih dari 60.000 masyarakat berolahraga bersama sejak 2023 sebagai bagian dari kampanye gaya hidup sehat.

Manfaat layanan tersebut turut dirasakan Doni Kurniawan, nasabah Prudential Indonesia sejak 2016. Ia pernah mengikuti mini medical check-up dan mengajukan klaim untuk operasi pada akhir 2025. 

Dengan bantuan agen Prudential, Doni dapat menjalani rawat inap sehari setelah mendapat diagnosis dan menjalani operasi pada hari berikutnya. “Biaya operasi sekitar Rp35 juta hingga perawatan pascaoperasi seluruhnya ditanggung oleh Prudential. Prosesnya sangat lancar dan memudahkan,” ujar Doni.

Yosie menambahkan, Prudential Indonesia berupaya menyediakan solusi perlindungan yang mengikuti kebutuhan kesehatan nasabah, mulai dari pencegahan dan deteksi dini hingga dukungan saat menjalani perawatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×