Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara atau QRIS Cross Border terus menunjukkan pertumbuhan.
Hingga Juli 2026, total transaksi QRIS Antarnegara mencapai 25,67 juta transaksi dengan nilai Rp7,63 triliun.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengatakan, dari total tersebut, transaksi pengguna negara mitra di Indonesia mencapai 21 juta transaksi senilai Rp5,90 triliun. Sementara transaksi pengguna Indonesia di negara mitra tercatat 4,67 juta transaksi senilai Rp1,73 triliun.
Baca Juga: Produk Pet Insurance Kian Dilirik di Tengah Biaya Klik Hewan yang Mahal
Dengan demikian, nilai transaksi yang masuk ke Indonesia dari pengguna negara mitra lebih tinggi sekitar Rp4,17 triliun dibandingkan transaksi pengguna Indonesia di luar negeri.
Saat ini, QRIS Antarnegara telah terkoneksi dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China. BI juga akan memperluas konektivitas tersebut.
Filianingsih mengungkapkan, pada 2026 BI akan memperluas kerja sama QRIS Cross Border dengan Hong Kong dan Timor Leste.
“Yang pertama dengan Hongkong dan yang kedua dengan Timor Leste. Jadi dua negara ini yang akan kita lakukan dalam 2026,” ujar Filianingsih dalam konferensi pers RDG BI, Rabu (23/9/2026).
Dengan masuknya Hong Kong dan Timor Leste, QRIS Cross Border akan terkoneksi dengan delapan negara. BI juga telah mulai mempersiapkan pembicaraan dengan sejumlah negara lain untuk memperluas konektivitas pada 2027.
Pertumbuhan QRIS Cross Border juga terlihat di sejumlah perbankan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat, volume transaksi QRIS Cross Border tumbuh sekitar 182% yoy, sementara nilai transaksinya meningkat sekitar 198% yoy hingga Agustus 2026.
SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri Yanto Masyap mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya preferensi nasabah menggunakan pembayaran digital ketika bepergian ke luar negeri.
“Pertumbuhan ini didorong oleh semakin tingginya preferensi nasabah terhadap kemudahan transaksi digital saat bepergian ke luar negeri tanpa perlu menukar uang tunai atau menggunakan kartu internasional,” ujar Yanto.
Transaksi QRIS Cross Border Bank Mandiri banyak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti pembayaran di merchant ritel, makanan dan minuman (F&B), transportasi, serta kebutuhan wisata.
Layanan QR Antar Negara melalui Livin’ by Mandiri saat ini dapat digunakan di enam negara mitra, yakni Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, Korea Selatan dan China. Malaysia menjadi negara dengan transaksi outbound terbesar, disusul Thailand dan Singapura.
Bank Mandiri memperkirakan tren transaksi QRIS Cross Border akan tetap positif hingga akhir 2026. Optimisme tersebut sejalan dengan pertumbuhan transaksi QRIS Antarnegara secara nasional serta meningkatnya mobilitas masyarakat.
Perseroan optimistis volume dan nilai transaksi akan terus meningkat, didukung ekspansi destinasi, peningkatan fitur pada Livin’ by Mandiri, serta berbagai program promosi.
Ke depan, Bank Mandiri berharap layanan QRIS Cross Border dapat semakin mendukung dan memperkuat pengalaman nasabah dalam melakukan transaksi lintas negara.
Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, Bank Mandiri akan terus memperluas cakupan negara tujuan sesuai dengan rencana Bank Indonesia. Perseroan juga meningkatkan pengalaman pengguna (user experience) di Livin’ by Mandiri, termasuk melalui integrasi rekening multicurrency.
Selain itu, Bank Mandiri menawarkan berbagai program promosi dan reward bagi nasabah, termasuk Livin’poin bagi nasabah yang melakukan transaksi di luar negeri.
“Perseroan juga terus melakukan edukasi kepada nasabah mengenai kemudahan dan keamanan bertransaksi QRIS di negara mitra,” pungkas Yanto.
Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) juga mencatat pertumbuhan positif pada layanan QRIS Cross Border.
Hingga Agustus 2026, jumlah transaksi QRIS Cross Border BTN tumbuh lebih dari 295%, sedangkan volume transaksi meningkat lebih dari 265% dibandingkan periode awal implementasi.
SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan, pertumbuhan tersebut berasal dari transaksi nasabah BTN di negara mitra maupun wisatawan mancanegara yang menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asalnya saat bertransaksi di merchant BTN di Indonesia.
Saat ini QRIS Cross Border BTN telah dapat digunakan di Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok.
Malaysia menjadi kontributor terbesar, dengan porsi sekitar 61% dari jumlah transaksi dan lebih dari 73% dari volume transaksi hingga Agustus 2026. Setelah Malaysia, kontribusi terbesar berasal dari Thailand dan Singapura.
BTN juga menyiapkan strategi untuk menjaga pertumbuhan transaksi, salah satunya melalui program Connect the World yang menawarkan cashback 15% hingga maksimal Rp1 juta bagi transaksi QRIS melalui balé by BTN di luar negeri.
Selain promosi, BTN akan memperluas kerja sama dengan negara mitra, meningkatkan edukasi nasabah, serta memastikan kesiapan infrastruktur dan sistem transaksi QRIS Cross Border.
Baca Juga: Transaksi QRIS Cross Border Bank Mandiri Tumbuh 198% hingga Agustus 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














