kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Redam Tekanan Special Rate, Bank Mandiri Fokus Perkuat CASA


Jumat, 17 April 2026 / 15:23 WIB
Redam Tekanan Special Rate, Bank Mandiri Fokus Perkuat CASA
ILUSTRASI. Gedung kantor pusat Bank Mandiri (Dok/Mandiri)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus berupaya menekan dampak pemberian bunga spesial (special rate) kepada deposan besar di tengah masih tingginya porsi dana mahal di industri perbankan.

Head of Deposit Product Management Bank Mandiri, Mega Ekaputri Pujianto, mengatakan perseroan mendukung langkah regulator dalam menyeimbangkan suku bunga deposito. Meski demikian, porsi dana dengan special rate di industri masih cukup besar, yakni sekitar 26,42% dari total dana pihak ketiga (DPK).

Untuk mengantisipasi tekanan tersebut, Bank Mandiri mengandalkan penguatan dana murah (current account saving account/CASA).

“Kami berhasil memitigasi tekanan biaya dana melalui CASA yang porsinya konsisten di atas 71%,” ujarnya kepada kontan.co.id, Kamis (16/4).

Baca Juga: Budi Gadai Indonesia Catatkan Gadai Kendaraan Tumbuh 55,15% pada Kuartal I-2026

Mega menambahkan, permintaan bunga spesial dari deposan besar saat ini relatif stabil. Hal ini sejalan dengan strategi perseroan yang mulai menggeser fokus dari kompetisi suku bunga ke penguatan ekosistem layanan, khususnya melalui digitalisasi.

Secara teknis, special rate yang diberikan Bank Mandiri berada pada kisaran 175 hingga 475 basis poin (bps) di atas bunga counter, dengan tetap memperhatikan batas tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kontribusi dana dengan bunga spesial tersebut mayoritas berasal dari segmen korporasi dan institusi besar. Namun, Bank Mandiri terus berupaya mengurangi ketergantungan terhadap dana mahal dengan memperkuat diversifikasi sumber pendanaan.

“Digitalisasi layanan kami dorong agar struktur likuiditas lebih efisien dan tidak terlalu bergantung pada dana berbiaya tinggi,” jelasnya.

Ke depan, strategi Bank Mandiri akan difokuskan pada optimalisasi layanan cash management guna meningkatkan loyalitas nasabah tanpa harus bersaing di tingkat suku bunga.

Dengan rasio loan to deposit ratio (LDR) yang terjaga sehat di atas 90%, perseroan optimistis dapat menjaga biaya dana tetap rendah sekaligus mendukung penyaluran kredit ke sektor riil.

“Dengan struktur likuiditas yang lebih kuat, kami tetap optimistis bisa tumbuh kompetitif secara berkelanjutan,” tutup Mega. 

Baca Juga: BTN: Tren Special Rate Berhasil Ditekan, Fokus Perkuat Dana Murah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×